Pemerintah Nilai Industri Hulu Migas Menjadi Lokomotif Perekonomian Kuat dan Berkelanjutan

Senin, 29 November 2021 - 14:45 WIB
loading...
Pemerintah Nilai Industri...
The 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021 (IOG 2021) resmi dibuka hari ini, Senin (29/11/2021) di Nusa Dua Bali.
A A A
BALI - "The 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021” (IOG 2021) resmi dibuka hari ini, Senin (29/11/2021) di Nusa Dua Bali. Pembukaan dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia yang diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Dalam pembukaan tersebut pemerintah menegaskan dukungannya atas posisi strategis dan usaha pengembangan industri hulu migas untuk penyediaan energi di masa depan.

Dia menyampaikan Pemerintah Republik Indonesia tetap melihat industri hulu migas sebagai pendorong perekonomian yang kuat dan berkelanjutan. "Di masa depan kita memiliki visi bahwa industri hulu migas tetap menjadi pendorong perekonomian yang kuat dan berkelanjutan, tidak hanya dengan menciptakan nilai tambah tetapi juga meningkatkan pembangunan infrastruktur di daerah, terutama untuk daerah pedesaan, terisolasi, dan tertinggal," kata Luhut saat mewakili Presiden Joko Widodo membuka IOG 2021. Forum bertaraf internasional ini digelar pada 29 November - 1 Desember 2021, di Nusa Dua, Bali.

Konvensi IOG 2021 yang digelar secara hybrid, merupakan konvensi terbesar industri hulu minyak dan gas bumi terbesar Indonesia. Penyelenggaraan tahun kedua ini mengangkat tema Progressing Toward Road to 1 Million BOPD and 12 BSCFD.

Konvensi ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan tahun 2020, yaitu untuk mendukung visi industri hulu migas tahun 2030 untuk mencapai target produksi minyak sebesar 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan produksi gas sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada 2030. Bahasan kali ini lebih dipusatkan kepada upaya industri hulu migas meningkatkan produksi di tengah komitmen Indonesia untuk mensukseskan program pengurangan emisi carbon. Untuk memperkuat visinya, pada konvesi tersebut juga dilakukan penandatanganan SKK Migas – BP Indonesia untuk penerapan CCUS di proyek pengembangan Lapangan Forwata di Papua.

Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam sambutannya mengatakan, industri hulu migas tetap menempati posisi strategis, kendati pada saat yang sama Indonesia juga memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan penggunaan energi baru dan terbarukan. "Industri hulu migas – utamanya gas yang memiliki kandungan karbon rendah, akan menjadi penyokong utama energi pada masa transisi energi. Keberadaannya juga akan menggantikan energi-energi fosil yang memiliki kandungan karbon tinggi, seperti batubara,” katanya.

Oleh karena posisinya, tegas Arifin, industri hulu migas tidak akan serta merta ditinggalkan di tengah era peralihan energi mengingat industri ini merupakan salah satu pilar energi dan pilar ekonomi Indonesia. Multiplier Effect sektor ini dirasakan sampai ke sektor-sektor pendukungnya. Agar sukses memerankan posisinya, industri hulu migas juga harus melakukan strategi-strategi untuk menurunkan emisi carbon di lapangan, seperti yang mulai dilakukan Indonesia saat ini.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan visi bersama industri hulu migas 2030 merupakan upaya industri hulu migas untuk memberikan karya terbaiknya, termasuk menciptakan transisi yang mulus dalam masa peralihan energi. Menurutnya, untuk dapat memberikan kontribusi maksimal, industri hulu migas memerlukan investasi yang signifikan dan partisipasi aktif dari para pemain domestik dan internasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Prabowo Subianto Kunjungi...
Prabowo Subianto Kunjungi Luhut Binsar Pandjaitan di Hari Natal
Said Didu Singgung Luhut...
Said Didu Singgung Luhut soal Proyek Whoosh Bermasalah Sejak Awal: Dia Tahu Busuk Kenapa Tidak Dihentikan
Purbaya Tak Saling Sapa...
Purbaya Tak Saling Sapa dengan Luhut di Sidang Kabinet: Kan Jauh Berapa Kursi
Pertemuan Prabowo dan...
Pertemuan Prabowo dan Jokowi, Luhut: Bagus Kalau Presiden Ketemu Mantan Presiden
Kejagung Periksa Kepala...
Kejagung Periksa Kepala SKK Migas di Kasus Tata Kelola Minyak Pertamina
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Rekomendasi
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Tria Ungkap Tekanan...
Tria Ungkap Tekanan Manggung Tanpa Personel The Changcuters di Wisuda Anak
Besok Puncak HUT ke-499...
Besok Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Info Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkirnya
Berita Terkini
Breaking News! Razman...
Breaking News! Razman Arif Nasution Dijebloskan di Lapas Cipinang!
Kabar 60 Ribu Calon...
Kabar 60 Ribu Calon Mahasiswa PTN Tidak Daftar Ulang, Puan Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi
Rekrutmen Disabilitas,...
Rekrutmen Disabilitas, Polri: Disesuaikan Kompentensi dan Kebutuhan
KPK Ungkap Dugaan Intervensi...
KPK Ungkap Dugaan Intervensi BPK Pusat dalam Kasus Perubahan Opini Audit Pemkab Muara Enim
Menko Pangan: Saya Tahu...
Menko Pangan: Saya Tahu Keresahan Mitra BGN, Mitra Jangan Dikorbankan
MUI Tegaskan Tetap Perjuangkan...
MUI Tegaskan Tetap Perjuangkan Sanksi Pidana LGBT: Tidak Semua Happy terhadap Upaya Perbaikan
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved