Minimalisir Distraksi Belajar, Migo x Bully Wujudkan Kesejahteraan Digital

Jum'at, 26 November 2021 - 08:39 WIB
Minimalisir Distraksi Belajar, Migo x Bully Wujudkan Kesejahteraan Digital
Webinar edukasi untuk anak dan tenaga pengajar bertema Mewujudkan Kesejahteraan Digital di Lingkungan Sekolah. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Di era pendidikan saat ini, teknologi digital telah menjadi media pembelajaran inovatif. Di mana dapat membantu anak didik dalam mencari informasi dan meningkatkan proses belajar mandiri di masa pandemi.

Baca juga: Tingkatkan Kemampuan Intelijen Media di Era Digital, Puluhan Personel Humas Polda Jateng Ikuti Pelatihan

Kesejahteraan digital dinilai berperan penting dalam memberikan lingkungan aman dan nyaman dalam penerapan proses belajar anak. Namun, penggunaan internet yang berlebihan berdampak terhadap menurunnya kesejahteraan digital anak dan berpotensi menimbulkan risiko perundungan (cyberbullying), adiksi, dan kesehatan mental.

HT Minta Seluruh Kader Partai Perindo Sukseskan Konvensi Rakyat Berbasis Digital

Menurut penelitian UNICEF pada tahun 2019, sekitar 90% anak dan remaja Indonesia menghabiskan waktu 5 jam per hari pada hari biasa, untuk mengakses media sosial, game online, dan menonton tayangan streaming.

Melihat realitas tersebut, upaya memberikan edukasi lingkungan digital yang aman perlu digencarkan guna melindungi dan memastikan kesejahteraan anak, terutama dalam sekolah dan proses pembelajaran.



Bertepatan dengan Hari Anak Sedunia, Migo bersama Bully.id Indonesia menyelenggarakan webinar edukasi untuk anak dan tenaga pengajar bertema Mewujudkan Kesejahteraan Digital di Lingkungan Sekolah, melibatkan pembicara dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

"Digital wellbeing atau kesejahteraan digital, sangat erat kaitannya dengan intensitas penggunaan internet, yang mana apabila dilakukan berlebihan dapat berdampak pada kesehatan mental dan memicu peluang terjadinya perundungan online hingga mengganggu kesehatan fisik," ungkap Agita Pasaribu, Founder dan Direktur Eksekutif Bullyid Indonesia, Jumat (26/11/2021).

Menurut survei yang dilakukan pihaknya, kebanyakan dari remaja Indonesia sering kali merasa minder dan tidak percaya diri dengan wajah dan fisik mereka ketika melihat public figure /influencers yang mereka ikuti di media sosial.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2192 seconds (11.97#12.26)