Perkuat Perbatasan, Mendagri Minta Percepat Pembangunan Administrasi Wilayah
Rabu, 24 November 2021 - 20:45 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kunjungi Natuna, Mahfud MD: Amankan Seluruh Perbatasan, Waspadai Ancaman Kedaulatan
"Kita inventarisir seluruh Indonesia ini, totalnya ada 584 kecamatan yang ada di perbatasan. Ini di samping ada sisi pertahanan, tapi juga Bapak Presiden ingin membangun pemerataan pembangunan," imbuhnya.
Meski demikian, dari 584 kecamatan yang ada di perbatasan, pemerintah telah menetapkan 222 lokasi prioritas (Lokpri) pembangunan kecamatan pada Tahun Anggaran 2021-2024. Namun akibat pandemi Covid-19, percepatan pembangunan sempat terhambat. Karena itu, proses pembangunan ini akan kembali digenjot pada 2022. "Itu sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional yang dikeluarkan Bappenas, sudah dibunyikan, 222 lokasi prioritas berbasis kecamatan," tutur Tito.
Tito menekankan pengembangan dan pembangunan wilayah perbatasan akan diawali dengan pengembangan potensi yang dimiliki kecamatan tersebut. Tito mengilustrasikan, jika Kecamatan Pulau Laut memiliki potensi di sektor perikanan maka sektor itulah yang akan digenjot. Misalnya, dengan memperkuat kemampuan nelayan agar memiliki kemampuan tangkap yang maksimal, memiliki kapal yang dilengkapi fasilitas penunjang, off taker atau penguatan penampung, serta market atau pasar.
Kendati demikian, Tito menekankan perlunya sinergisitas dan gotong royong seluruh level satuan pemerintahan. “Tak hanya pemerintah pusat yang bekerja keras dalam melakukan pembangunan perbatasan, tetapi Pemerintah Kabupaten, termasuk kecamatan juga harus turut serta dan serius dalam mengembangkan potensi di wilayahnya. Prinsipnya kita keroyok ramai-ramai. Sekali lagi, kita berkeinginan betul untuk mempercepat pembangunan Kecamatan Pulau Laut," sambungnya.
"Kita inventarisir seluruh Indonesia ini, totalnya ada 584 kecamatan yang ada di perbatasan. Ini di samping ada sisi pertahanan, tapi juga Bapak Presiden ingin membangun pemerataan pembangunan," imbuhnya.
Meski demikian, dari 584 kecamatan yang ada di perbatasan, pemerintah telah menetapkan 222 lokasi prioritas (Lokpri) pembangunan kecamatan pada Tahun Anggaran 2021-2024. Namun akibat pandemi Covid-19, percepatan pembangunan sempat terhambat. Karena itu, proses pembangunan ini akan kembali digenjot pada 2022. "Itu sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional yang dikeluarkan Bappenas, sudah dibunyikan, 222 lokasi prioritas berbasis kecamatan," tutur Tito.
Tito menekankan pengembangan dan pembangunan wilayah perbatasan akan diawali dengan pengembangan potensi yang dimiliki kecamatan tersebut. Tito mengilustrasikan, jika Kecamatan Pulau Laut memiliki potensi di sektor perikanan maka sektor itulah yang akan digenjot. Misalnya, dengan memperkuat kemampuan nelayan agar memiliki kemampuan tangkap yang maksimal, memiliki kapal yang dilengkapi fasilitas penunjang, off taker atau penguatan penampung, serta market atau pasar.
Kendati demikian, Tito menekankan perlunya sinergisitas dan gotong royong seluruh level satuan pemerintahan. “Tak hanya pemerintah pusat yang bekerja keras dalam melakukan pembangunan perbatasan, tetapi Pemerintah Kabupaten, termasuk kecamatan juga harus turut serta dan serius dalam mengembangkan potensi di wilayahnya. Prinsipnya kita keroyok ramai-ramai. Sekali lagi, kita berkeinginan betul untuk mempercepat pembangunan Kecamatan Pulau Laut," sambungnya.
(cip)
Lihat Juga :