Webinar Perindo, Sekjen PDIP Bicara soal Radikalisme dan Terorisme

Selasa, 23 November 2021 - 16:51 WIB
loading...
Webinar Perindo, Sekjen...
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto saat menjadi narasumber webinar bertajuk Tantangan, Radikalisme, dan Konsolidasi Demokrasi, Selasa (23/11/2021). FOTO TANGKAPAN LAYAR/SINDOnews/KISWONDARI
A A A
JAKARTA - Partai Perindo menggelar webinar bertajuk 'Tantangan, Radikalisme , dan Konsolidasi Demokrasi', Selasa (23/11/2021). Acara ini merespons munculnya berbagai gerakan radikalisme dan terorisme di Tanah Air.

Hadir sebagai narasumber, Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hankam dan Cyber Security Susaningtyas Nefo Kertopati, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto dan pengamat politik Said Salahuddin. Webinar ini dimoderatori oleh Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq.

Hasto Kristiyanto berpandangan, membahas aspek radikalisme-terorisme, tidak bisa terlepas dari potret di tengah masyarakat. Dia mencontohkan, pada Mei 2018 terjadi peristiwa mengejutkan di Surabaya, Jawa Timur, yakni satu keluarga melakukan bom bunuh diri. Menurutnya, peristiwa ini adalah puncak gerakan radikalisme.

Baca juga: Sentil MUI, BNPT Sebut Radikalisme Menyusup ke Lembaga Negara

"Ketika satu keluarga terpengaruh ideologi kegelapan karena keyakinan ekstrem lalu mereka melakukan bom bunuh diri satu keluarga, ini baru pertama kali terjadi di Indonesia, bahkan di dunia yang melibatkan anak-anaknya dalam aksi bom bunuh diri," kata Hasto, Selasa (23/11/2021).

Menurut Hasto, aksi teror ini seharusnya menggugah kesadaran masyarakat mengingat Indonesia adalah bangsa dengan rekam jejak dan basis kultural yang mampu mengatasi segala bentuk perbedaan. Bangsa Indonesia telah memiliki jalan musyawarah di tengah perbedaan.

Hasto menjelaskan, kelompok jihadis yang melakukan berbagai bentuk serangan memiliki mata rantai dengan berbagai masalah geopolitik dunia. Di antaranya terkait masalah Afganistan, ISIS, masalah ketidakadilan akibat Palestina, yang direspons secara ekstrem dengan gerakan-gerakan yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca juga: Selain Terorisme dan Radikalisme, MUI Minta Penegak Hukum Berantas KKN

Hasto memaparkan bagaimana jejaring dari berbagai bentuk hubungan internasional, keterlibatan kelompok-kelompok internasional dalam radikalisme dan terorisme yang terjadi di Indonesia. Mengacu pada pakar keamanan dunia, Barry Buzan menangkap bagaimana paska perang dingin, aspek ancaman politik, lingkungan ekonomi, dan sosial jauh lebih dominan daripada militer itu sendiri, termasuk masalah terorisme-radikalisme.

Jessica Stern dalam bukunya berjudul 'Terror in the Name of God', kata Hasto, mengungkapkan bahwa radikalisme-terorisme akar persoalannya adalah kemiskinan, penindasan, dan penghinaan yang begitu panjang. Aksi terorisme itu dikaitkan ekstremis agama dengan isu-isu keadilan.

"Dari tesis ini membuktikan bahwa apapun tema yang dipakai untuk gerakan teror, karena sifatnya antikemanusiaan, bentuk gerakan itu bentuk manipulatif terhadap berbagai agama yang dicampurkan dengan kekuasaan agama, baik itu Islam, Yahudi, Kristen. Berbagai legitimasi agama dijadikan motivasi dan pembenaran atas kejadian teror mereka," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Tama Langkun Dukung...
Tama Langkun Dukung Penegakan Hukum di BGN, Minta MBG Tetap Fokus untuk Rakyat
Sri Gusni: Pergantian...
Sri Gusni: Pergantian Pimpinan BGN Harus Jadi Momentum Pembenahan Menyeluruh Program MBG
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
Rekomendasi
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
Segera Dibuka, Begini...
Segera Dibuka, Begini Ketentuan dan Jadwal Jalur Domisili di SPMB Jakarta 2026
Berita Terkini
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Oditur Militer Sampaikan...
Oditur Militer Sampaikan 12 Poin Replik Terkait Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved