Selain Terorisme dan Radikalisme, MUI Minta Penegak Hukum Berantas KKN
Selasa, 23 November 2021 - 10:51 WIB
loading...
Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas meminta para penegak hukum yaitu Kepolisian, Jaksa dan KPK, menanggulangi permasalahan KKN. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) MUI Anwar Abbas meminta para penegak hukum yaitu Kepolisian, Jaksa dan KPK, menanggulangi permasalahan Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN). Karena ini termasuk persoalan bangsa, tak hanya radikalisme dan terorisme.
Baca juga: 5 Poin Pernyataan Mahfud MD soal MUI dan Penangkapan Zain An-Najah
Menurut Anwar Abbas, masalah KKN masih merajalela di negeri ini, baik di lembaga-lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Baca juga: Din Syamsuddin: Yang Berani Membubarkan MUI Berhadapan dengan Umat Islam
"Saya setuju Densus 88 bekerja dan menangkap para teroris, tapi jangan main tangkap-tangkap saja. Harus kuat dasar dan faktanya," kata Anwar dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/11/2021).
"Tapi di samping itu yang sangat penting dan harus lebih menjadi perhatian bersama, saat ini adalah masalah KKN yang sudah sedemikian menggurita. Memang benar-benar sudah sangat meresahkan, merugikan, mengancam kehidupan bangsa dan negara," tambahnya.
Dia mengatakan, negara dan bangsa Indonesia saat ini jauh menyimpang dari semangat reformasi yang telah diperjuangkan sejak dulunya. Menurutnya, zaman Soeharto dan Orde Baru runtuh, dampaknya adalah KKN yang sudah luar biasa.
Baca juga: 5 Poin Pernyataan Mahfud MD soal MUI dan Penangkapan Zain An-Najah
Menurut Anwar Abbas, masalah KKN masih merajalela di negeri ini, baik di lembaga-lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Baca juga: Din Syamsuddin: Yang Berani Membubarkan MUI Berhadapan dengan Umat Islam
"Saya setuju Densus 88 bekerja dan menangkap para teroris, tapi jangan main tangkap-tangkap saja. Harus kuat dasar dan faktanya," kata Anwar dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/11/2021).
"Tapi di samping itu yang sangat penting dan harus lebih menjadi perhatian bersama, saat ini adalah masalah KKN yang sudah sedemikian menggurita. Memang benar-benar sudah sangat meresahkan, merugikan, mengancam kehidupan bangsa dan negara," tambahnya.
Dia mengatakan, negara dan bangsa Indonesia saat ini jauh menyimpang dari semangat reformasi yang telah diperjuangkan sejak dulunya. Menurutnya, zaman Soeharto dan Orde Baru runtuh, dampaknya adalah KKN yang sudah luar biasa.
Lihat Juga :