Webinar Perindo, Sekjen PDIP Bicara soal Radikalisme dan Terorisme
Selasa, 23 November 2021 - 16:51 WIB
loading...
A
A
A
Hasto menjelaskan, kelompok jihadis yang melakukan berbagai bentuk serangan memiliki mata rantai dengan berbagai masalah geopolitik dunia. Di antaranya terkait masalah Afganistan, ISIS, masalah ketidakadilan akibat Palestina, yang direspons secara ekstrem dengan gerakan-gerakan yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
Baca juga: Selain Terorisme dan Radikalisme, MUI Minta Penegak Hukum Berantas KKN
Hasto memaparkan bagaimana jejaring dari berbagai bentuk hubungan internasional, keterlibatan kelompok-kelompok internasional dalam radikalisme dan terorisme yang terjadi di Indonesia. Mengacu pada pakar keamanan dunia, Barry Buzan menangkap bagaimana paska perang dingin, aspek ancaman politik, lingkungan ekonomi, dan sosial jauh lebih dominan daripada militer itu sendiri, termasuk masalah terorisme-radikalisme.
Jessica Stern dalam bukunya berjudul 'Terror in the Name of God', kata Hasto, mengungkapkan bahwa radikalisme-terorisme akar persoalannya adalah kemiskinan, penindasan, dan penghinaan yang begitu panjang. Aksi terorisme itu dikaitkan ekstremis agama dengan isu-isu keadilan.
"Dari tesis ini membuktikan bahwa apapun tema yang dipakai untuk gerakan teror, karena sifatnya antikemanusiaan, bentuk gerakan itu bentuk manipulatif terhadap berbagai agama yang dicampurkan dengan kekuasaan agama, baik itu Islam, Yahudi, Kristen. Berbagai legitimasi agama dijadikan motivasi dan pembenaran atas kejadian teror mereka," katanya.
Baca juga: Selain Terorisme dan Radikalisme, MUI Minta Penegak Hukum Berantas KKN
Hasto memaparkan bagaimana jejaring dari berbagai bentuk hubungan internasional, keterlibatan kelompok-kelompok internasional dalam radikalisme dan terorisme yang terjadi di Indonesia. Mengacu pada pakar keamanan dunia, Barry Buzan menangkap bagaimana paska perang dingin, aspek ancaman politik, lingkungan ekonomi, dan sosial jauh lebih dominan daripada militer itu sendiri, termasuk masalah terorisme-radikalisme.
Jessica Stern dalam bukunya berjudul 'Terror in the Name of God', kata Hasto, mengungkapkan bahwa radikalisme-terorisme akar persoalannya adalah kemiskinan, penindasan, dan penghinaan yang begitu panjang. Aksi terorisme itu dikaitkan ekstremis agama dengan isu-isu keadilan.
"Dari tesis ini membuktikan bahwa apapun tema yang dipakai untuk gerakan teror, karena sifatnya antikemanusiaan, bentuk gerakan itu bentuk manipulatif terhadap berbagai agama yang dicampurkan dengan kekuasaan agama, baik itu Islam, Yahudi, Kristen. Berbagai legitimasi agama dijadikan motivasi dan pembenaran atas kejadian teror mereka," katanya.
(abd)
Lihat Juga :