Polisi Bongkar Sindikat Mafia Tanah Keluarga Nirina, Simak Terus News RCTI+
Selasa, 23 November 2021 - 10:56 WIB
loading...
A
A
A
Kasus yang tengah diselidiki oleh Kejaksaan ini, memperlihatkan mafia tanah tidak hanya mengincar aset tanah milik pribadi atau korporasi tapi juga aset tanah yang dimiliki oleh pemerintah. Dua kasus tanah yang mencuat dalam seminggu terakhir ini menjadi perhatian banyak pihak.
Ketua DPR Puan Maharani, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Kepolisian, pengamat hukum dan pertanahan ikut mengomentari kasus ini. Menurut Sofyan Djalil, mafia tanah yang merajalela akibat jaringan mereka yang semakin kuat dan meluas. Ini menjadi perhatian serius pemerintah untuk memberantasnya.
Belajar dari kasus mafia tanah yang menimpa keluarga Nirina Zubir, mulai tergambar modus-modus kejahatan yang mereka lakukan. Mafia-mafia tanah tidak hanya sekadar memalsukan dokumen, mereka juga melakukan hal-hal seperti mencari legalitas di pengadilan, membidik penduduk legal/tanpa hak (wilde occupatie) hingga rekayasa suatu perkara. Lalu juga berkolusi dengan oknum aparat untuk mendapatkan legalitas, melakukan kejahatan korporasi seperti penggelapan dan penipuan, pemalsuan kuasa pengurusan hak atas tanah, serta hilangnya warkah tanah dan lain sebagainya.
Mafia tanah melakukan serangkaian kejahatan ini dengan langkah yang sistematis dan terencana. Bahkan operasi mafia tanah tidak berhenti pada pemalsuan administrasi. Terdapat mafia tanah lanjutan yang melakukan pengubahan tata ruang hingga proyek infrastruktur. Hal-hal seperti inilah yang patut diwaspadai oleh masyarakat. Saat mengurus dokumen-dokumen pertanahan ataupun saat melakukan jual-beli properti. Dengan adanya kasus ini diharapkan juga Satgas Mafia Tanah, dapat bekerja lebih optimal. Sebab kasus mafia tanah sudah lama terjadi.
Di daerah sudah banyak kasus yang dialami petani, pemilik lahan, transmigran yang tiba-tiba saja kehilangan aset berharganya itu. Jangan sampai ada kesan, aparat hukum serius menindaklanjuti kasus mafia tanah hanya ketika yang menjadi korban adalah perusahaan, pejabat atau public figure.
Kasus mafia tanah yang menimpa keluarga Nirina Zubir dan juga Pemprov DKI masih akan terus bergulir. Polisi mengindikasikan masih akan ada lagi tersangka baru. Sementara pihak kejaksaan sendiri, juga belum mengumumkan tersangka dalam kasus mafia tanah yang menimpa Pemprov DKI Jakarta.
Bagaimana kelanjutan dari aksus mafia tanah ini, simak informasi lengkapnya hanya melalui news agregator RCTI+. Didukung oleh lebih dari 83 publisher, News RCTI+ selalu mempublikasikan berita-berita popular yang menjadi perhatian masyarakat, seperti kasus mafia tanah yang mulai merebak ini. Bagaimana agar tidak tertipu oleh para mafia tanah yang makin lihai, simak juga kiat-kiatnya dari berita yang disajikan di sana.
Ketua DPR Puan Maharani, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Kepolisian, pengamat hukum dan pertanahan ikut mengomentari kasus ini. Menurut Sofyan Djalil, mafia tanah yang merajalela akibat jaringan mereka yang semakin kuat dan meluas. Ini menjadi perhatian serius pemerintah untuk memberantasnya.
Belajar dari kasus mafia tanah yang menimpa keluarga Nirina Zubir, mulai tergambar modus-modus kejahatan yang mereka lakukan. Mafia-mafia tanah tidak hanya sekadar memalsukan dokumen, mereka juga melakukan hal-hal seperti mencari legalitas di pengadilan, membidik penduduk legal/tanpa hak (wilde occupatie) hingga rekayasa suatu perkara. Lalu juga berkolusi dengan oknum aparat untuk mendapatkan legalitas, melakukan kejahatan korporasi seperti penggelapan dan penipuan, pemalsuan kuasa pengurusan hak atas tanah, serta hilangnya warkah tanah dan lain sebagainya.
Mafia tanah melakukan serangkaian kejahatan ini dengan langkah yang sistematis dan terencana. Bahkan operasi mafia tanah tidak berhenti pada pemalsuan administrasi. Terdapat mafia tanah lanjutan yang melakukan pengubahan tata ruang hingga proyek infrastruktur. Hal-hal seperti inilah yang patut diwaspadai oleh masyarakat. Saat mengurus dokumen-dokumen pertanahan ataupun saat melakukan jual-beli properti. Dengan adanya kasus ini diharapkan juga Satgas Mafia Tanah, dapat bekerja lebih optimal. Sebab kasus mafia tanah sudah lama terjadi.
Di daerah sudah banyak kasus yang dialami petani, pemilik lahan, transmigran yang tiba-tiba saja kehilangan aset berharganya itu. Jangan sampai ada kesan, aparat hukum serius menindaklanjuti kasus mafia tanah hanya ketika yang menjadi korban adalah perusahaan, pejabat atau public figure.
Kasus mafia tanah yang menimpa keluarga Nirina Zubir dan juga Pemprov DKI masih akan terus bergulir. Polisi mengindikasikan masih akan ada lagi tersangka baru. Sementara pihak kejaksaan sendiri, juga belum mengumumkan tersangka dalam kasus mafia tanah yang menimpa Pemprov DKI Jakarta.
Bagaimana kelanjutan dari aksus mafia tanah ini, simak informasi lengkapnya hanya melalui news agregator RCTI+. Didukung oleh lebih dari 83 publisher, News RCTI+ selalu mempublikasikan berita-berita popular yang menjadi perhatian masyarakat, seperti kasus mafia tanah yang mulai merebak ini. Bagaimana agar tidak tertipu oleh para mafia tanah yang makin lihai, simak juga kiat-kiatnya dari berita yang disajikan di sana.
Lihat Juga :