Perpanjang PPKM, Airlangga: Pemerintah Waspadai Peningkatan Kasus Covid-19
Senin, 22 November 2021 - 20:51 WIB
loading...
A
A
A
Jumlah kasus yang sembuh (RR), kasus kematian (CFR), dan penurunan jumlah total kasus aktif total di Luar Jawa-Bali, yaitu sebagai berikut:
1. Sumatera: RR = 96,20% dan CFR = 3,58%, dengan penurunan (jumlah total kasus aktif) -98,34%
2. Nusa Tenggara: RR = 97,41% dan CFR = 3,17% dengan penurunan -98,26%
3. Kalimantan: RR = 96,75% dan CFR = 3,17% dengan penurunan -99,36%
4. Sulawesi: RR = 97,22% dan CFR = 2,64% dengan penurunan -98,98%
5. Maluku dan Papua: RR = 95,90% dan CFR = 1,75% dengan penurunan -89,46%
Menko Airlangga menggarisbawahi terjadi kenaikan kasus konfirmasi dalam 1 minggu pada beberapa Provinsi di Luar Jawa Bali, yakni Nusa Tenggara Timur naik 77 kasus, Kalimantan Barat naik 43 kasus, Riau naik 16 kasus, Kepulauan Bangka Belitung naik 15 kasus, Sulawesi Tenggara naik 6 kasus.
Mengenai level asesmen per 20 November 2021 dari 27 provinsi di luar Jawa-Bali tercatat bahwa seluruh provinsi mempunyai level “Transmisi Komunitas” sangat baik yaitu berada di level 1, namun berbeda dari sisi “Kapasitas Respons” yang menyebabkan level asesmennya menjadi sebagai berikut:
Dari ke-27 provinsi di Luar Jawa-Bali tersebut tidak ada provinsi yang termasuk level 4 dan level 3, kemudian 20 provinsi pada level 2 karena Kapasitas respons “sedang” atau “terbatas”; serta 7 provinsi di level 1 dengan kapasitas respons “memadai”, yaitu Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara.
Sementara itu, untuk Capaian Vaksinasi, hanya 2 provinsi dengan tingkat vaksinasi dosis 1 pada level “memadai” (>70%), yaitu Kepulauan Riau (92,36%) dan Kepulauan Bangka Belitung (70,22%). Juga terdapat 11 provinsi di level “sedang” (50-70%), dan 14 provinsi pada level Terbatas (<50%).
Kalau dilihat per kabupaten/kota, tren jumlah kabupaten/kota level 4, 3 serta 2 terus menurun secara konsisten dan berita baiknya yang termasuk di level 1 terus meningkat. Namun, masih ada 2 kabupaten/kota di level 3, yaitu Teluk Bintuni dan Rote Ndao. Kalau di level 2 ada 200 kabupaten/kota; dan di level 1 meningkat menjadi 184 kabupaten/kota.
Untuk itu, pemerintah memutuskan PPKM diperpanjang selama dua minggu ke depan, mulai 23 November–6 Desember 2021. Kriteria penerapan level PPKM berdasarkan level asesmen situasi pandemi (kriteria tingkat penularan dan kapasitas respons) dan ditambahkan pertimbangan capaian vaksinasi di kabupaten/kota (untuk Kabupaten/Kota dengan capaian vaksinasi dosis 1 <50% akan dinaikkan 1 level).
Rinciannya sebagai berikut 109 kabupaten/kota dengan penerapan PPKM Level 3, menurun (dari PPKM sebelumnya) 160 kabupaten/kota, 200 kabupaten/kota dengan penerapan PPKM Level 2, meningkat dari 175 kabupaten/kota, 77 kabupaten/kota dengan penerapan PPKM Level 1 meningkat dari 51 kabupaten/kota.
1. Sumatera: RR = 96,20% dan CFR = 3,58%, dengan penurunan (jumlah total kasus aktif) -98,34%
2. Nusa Tenggara: RR = 97,41% dan CFR = 3,17% dengan penurunan -98,26%
3. Kalimantan: RR = 96,75% dan CFR = 3,17% dengan penurunan -99,36%
4. Sulawesi: RR = 97,22% dan CFR = 2,64% dengan penurunan -98,98%
5. Maluku dan Papua: RR = 95,90% dan CFR = 1,75% dengan penurunan -89,46%
Menko Airlangga menggarisbawahi terjadi kenaikan kasus konfirmasi dalam 1 minggu pada beberapa Provinsi di Luar Jawa Bali, yakni Nusa Tenggara Timur naik 77 kasus, Kalimantan Barat naik 43 kasus, Riau naik 16 kasus, Kepulauan Bangka Belitung naik 15 kasus, Sulawesi Tenggara naik 6 kasus.
Mengenai level asesmen per 20 November 2021 dari 27 provinsi di luar Jawa-Bali tercatat bahwa seluruh provinsi mempunyai level “Transmisi Komunitas” sangat baik yaitu berada di level 1, namun berbeda dari sisi “Kapasitas Respons” yang menyebabkan level asesmennya menjadi sebagai berikut:
Dari ke-27 provinsi di Luar Jawa-Bali tersebut tidak ada provinsi yang termasuk level 4 dan level 3, kemudian 20 provinsi pada level 2 karena Kapasitas respons “sedang” atau “terbatas”; serta 7 provinsi di level 1 dengan kapasitas respons “memadai”, yaitu Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara.
Sementara itu, untuk Capaian Vaksinasi, hanya 2 provinsi dengan tingkat vaksinasi dosis 1 pada level “memadai” (>70%), yaitu Kepulauan Riau (92,36%) dan Kepulauan Bangka Belitung (70,22%). Juga terdapat 11 provinsi di level “sedang” (50-70%), dan 14 provinsi pada level Terbatas (<50%).
Kalau dilihat per kabupaten/kota, tren jumlah kabupaten/kota level 4, 3 serta 2 terus menurun secara konsisten dan berita baiknya yang termasuk di level 1 terus meningkat. Namun, masih ada 2 kabupaten/kota di level 3, yaitu Teluk Bintuni dan Rote Ndao. Kalau di level 2 ada 200 kabupaten/kota; dan di level 1 meningkat menjadi 184 kabupaten/kota.
Untuk itu, pemerintah memutuskan PPKM diperpanjang selama dua minggu ke depan, mulai 23 November–6 Desember 2021. Kriteria penerapan level PPKM berdasarkan level asesmen situasi pandemi (kriteria tingkat penularan dan kapasitas respons) dan ditambahkan pertimbangan capaian vaksinasi di kabupaten/kota (untuk Kabupaten/Kota dengan capaian vaksinasi dosis 1 <50% akan dinaikkan 1 level).
Rinciannya sebagai berikut 109 kabupaten/kota dengan penerapan PPKM Level 3, menurun (dari PPKM sebelumnya) 160 kabupaten/kota, 200 kabupaten/kota dengan penerapan PPKM Level 2, meningkat dari 175 kabupaten/kota, 77 kabupaten/kota dengan penerapan PPKM Level 1 meningkat dari 51 kabupaten/kota.
Lihat Juga :