Jalan Panjang Seorang Panglima TNI
Senin, 22 November 2021 - 18:49 WIB
loading...
A
A
A
Pria kelahiran 21 Desember 1964 itu mengusung tiga misi. Pertama, menegakkan kedaulatan negara. Kedua, mempertahankan keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Ketiga, melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.
Jenderal Andika juga memaparkan delapan fokus implementasi program kerja dalam fit and proper test di Komisi I DPR. Kedelapan fokus implementasi program kerja tersebut yaitu:
1. Penguatan pelaksanaan tugas-tugas TNI yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan
2. Penguatan operasi pengamanan perbatasan darat, laut, dan wilayah udara
3. Peningkatan kesiapsiagaan satuan TNI untuk tugas OMP dan OMSP
4. Peningkatan operasional siber
5. Peningkatan sinergitas intelijen terutama di daerah wilayah konflik
6. Pemantapan interoperabilitas Tri Matra Terpadu dalam pola operasi TNI
7. Penguatan integrasi penataan organisasi untuk mewujudkan TNI yang adaptif
8. Reaktualisasi peran diplomasi militer dalam rangka kebijakan politik luar negeri
Jenderal Andika Perkasa mendapat banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di TNI setelah menerima tongkat komando dari pendahulunya, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Misalnya soal peningkatan sumber daya manusia (SDM), kesejahteraan prajurit, profesionalitas prajurit, dan peningkatan kapasitas prajurit TNI. Belum lagi menyelesaikan konflik dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua dan separatis lain.
Baca juga: Dankormar Bakal Dijabat Bintang 3, Andika Perkasa: Harus Ada Keppres Dulu
Jenderal Andika Perkasa juga diharapkan mampu menjaga netralitas TNI menjelang suksesi pemerintahan pada 2024 mendatang. Meski masa tugas Andika hanya 13 bulan karena akan memasuki masa pensiun pada Desember tahun depan, hal itu bukan halangan untuk menerapkan fondasi yang kuat bagi TNI untuk membuktikan profesionalismenya.
Jenderal Andika juga memaparkan delapan fokus implementasi program kerja dalam fit and proper test di Komisi I DPR. Kedelapan fokus implementasi program kerja tersebut yaitu:
1. Penguatan pelaksanaan tugas-tugas TNI yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan
2. Penguatan operasi pengamanan perbatasan darat, laut, dan wilayah udara
3. Peningkatan kesiapsiagaan satuan TNI untuk tugas OMP dan OMSP
4. Peningkatan operasional siber
5. Peningkatan sinergitas intelijen terutama di daerah wilayah konflik
6. Pemantapan interoperabilitas Tri Matra Terpadu dalam pola operasi TNI
7. Penguatan integrasi penataan organisasi untuk mewujudkan TNI yang adaptif
8. Reaktualisasi peran diplomasi militer dalam rangka kebijakan politik luar negeri
Jenderal Andika Perkasa mendapat banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di TNI setelah menerima tongkat komando dari pendahulunya, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Misalnya soal peningkatan sumber daya manusia (SDM), kesejahteraan prajurit, profesionalitas prajurit, dan peningkatan kapasitas prajurit TNI. Belum lagi menyelesaikan konflik dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua dan separatis lain.
Baca juga: Dankormar Bakal Dijabat Bintang 3, Andika Perkasa: Harus Ada Keppres Dulu
Jenderal Andika Perkasa juga diharapkan mampu menjaga netralitas TNI menjelang suksesi pemerintahan pada 2024 mendatang. Meski masa tugas Andika hanya 13 bulan karena akan memasuki masa pensiun pada Desember tahun depan, hal itu bukan halangan untuk menerapkan fondasi yang kuat bagi TNI untuk membuktikan profesionalismenya.
Lihat Juga :