Peradaban yang Berbenturan

Sabtu, 06 Juni 2020 - 09:59 WIB
loading...
A A A
Dalam praktiknya, sumber kesadaran identitas agama maupun budaya masyarakat adalah peradaban yang berkembang di suatu wilayah geografis tertentu.

Peradaban Barat misalnya, adalah peradaban yang terbentuk pada negara-negara Amerika Serikat, Kanada, Eropa Barat, Eropa Tengah, Australia maupun Oceania. Termasuk dalam peradaban Barat juga, adalah negara-negara dengan kebudayaan Kristen Barat, Katolik-Protestan.

Sedangkan peradaban Timur adalah campuran yang terbawa oleh Buddha, Tiongkok, Hindu, dan Jepang. Peradaban Timur juga kuat dipengaruhi oleh Islam yang berasal dari Timur Tengah Raya, Afrika Barat Utara, Albania, Bangladesh, Brunei, Komoro, Indonesia, Malaysia, Pakistan, dan Maladewa.

Yang jadi problem, dalam kenyataannya kutub peradaban sebagai sumber konflik yang terbawa oleh prasangka dan stereotip ini, bukan semata-mata terjadi akibat adanya kategorisasi Timur dan Barat yang terdeterminasi oleh faktor wilayah geografis.

Yang juga berpengaruh adalah paradigma, perspektif berpikir, nilai-nilai maupun basic assumption yang beredar dalam peradaban. Perihal ini, pemikiran Huntington banyak memperoleh catatan kritis, bahkan pedas.

Pemikiran yang mendeterminasi relasi diametral Timur-Barat sebagai sumber konflik, dianggap sebagai simplikfikasi positivistik. Bias pemikiran ala Barat. Zainal Abidin Bagir, 2011 dalam Menguji the Clash of Civilizations Samuel P. Huntington, memuat kritik Edward Said yang menyatakan peradaban bukanlah kotak tertutup. Terdapat interaksi, pertukaran, dan saling pinjam antar peradaban. Benturan antar peradaban tak lebih dari bahasa baru untuk mengungkap sejarah, bukan untuk memahami kesalingbergantungan yang terus berlangsung sampai saat ini.

Peradaban hari ini dalam masyarakat jejaring, sesuai pemikiran Manuel Castell, sangat diwarnai oleh benturan antara “yang nyata“ dengan “yang maya”. Adanya real virtuality sebagai konsekuensi meratanya penggunaan internet di kehidupan masyarakat, berimplikasi ketika membicarakan realitas maya. Yang mayalah kini jadi realitas utama masyarakat. Rata-rata waktu yang dihabiskan masyakarat Indonesia berinternet 7 jam 59 menit (We are Social, 2020).

Konsumsi internet yang makin panjang waktunya ini, pada akhirnya menjadikan pengalaman virtual dihayati sebagai yang real. Kemayaan telah jadi bagian pengalaman nyata masyarakat. Respons perseptual yang muncul, betul-betul ada suatu skema nyata namun sebenarnya tak nyata. Yang dalam ketaknyataan itu, ia bersifat interaktif dan dapat dialami panca indera.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Memahami Urgensi Koperasi...
Memahami Urgensi Koperasi Desa Merah Putih
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Iran Pulihkan Akses...
Iran Pulihkan Akses Internet Global setelah Berbulan-bulan Dibatasi
Aksi Cepat Guru di Limapuluh...
Aksi Cepat Guru di Limapuluh Kota: TKA Digelar di Bukit demi Sinyal Internet
Indosat HiFi Air Hadirkan...
Indosat HiFi Air Hadirkan Internet Rumah Instan untuk Streaming hingga WFH
Rekomendasi
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
Berita Terkini
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved