Pernyataan soal Kelompok Penggagas Kudeta Harus Dibuktikan

Sabtu, 06 Juni 2020 - 09:20 WIB
loading...
Pernyataan soal Kelompok...
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M Nasir Djamil (ketiga dari kiri). Foto/Dok SINDO
A A A
JAKARTA - Pernyataan pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens yang menyebut adanya kelompok penggagas kudeta di tengah pandemi virus corona terus menuai tanggapan negatif sebagian kalangan masyarakat.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M Nasir Djamil mengatakan, jika tudingan Boni benar, hal itu dianggap berbahaya bagi kehidupan hukum dan demokrasi. "Karena itu sebelum terjadi (kudeta) maka perlu diantisipasi," kata Nasir saat dihubungi SINDOnews, Sabtu (6/6/2020).

Menurut Nasir, Boni harus mengungkapkan kepada aparat penegak hukum bukti-bukti yang valid terkait ucapannya itu. Sebab jika tidak, pernyataan Boni akan dinilai publik sebagai pernyataan orang yang sedang mengalami halusinasi, bahkan mungkin saja ingin mendapatkan keuntungan politik dari rezim yang berkuasa saat ini. (Baca juga: Boni Sebut Ada Kelompok Penggagas Kudeta, Ujang: Bisa Saja Dia 'Caper' ).

Di sisi lain, kata Nasir, bisa jadi juga ucapan Boni ini adalah bagian dari kerja kontraintelijen guna membungkam pihak-pihak yang kritis terhadap kebijakan pemerintah saat ini. "Saran saya kepada Boni, ayo buktikan pernyataan itu atau publik akan menilai itu hanya informasi seperti sampah," ujar anggota Komisi III DPR ini.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengertian Makar dan...
Pengertian Makar dan Hukumnya Menurut KUHP, Pelaku Bisa Dihukum Mati
Bawaslu Perintahkan...
Bawaslu Perintahkan KPU Beri Kesempatan PKP Perbaiki Syarat Administrasi
Daftar di Jam Pertama...
Daftar di Jam Pertama Bareng PDIP, PKP Siap Hadapi Verifikasi Faktual
Luruskan Isu Pemilu...
Luruskan Isu Pemilu 2024, Mahfud MD: Saya Tidak Pernah Bilang TNI Akan Kudeta
Said Salahudin Mundur...
Said Salahudin Mundur dari PKP, Ini Alasannya
Gelar Rapat Pleno, PKP...
Gelar Rapat Pleno, PKP Galang Kekuatan agar Lolos Verifikasi Pemilu 2024
Jenderal Zhang Disingkirkan,...
Jenderal Zhang Disingkirkan, Tak Ada Lagi Jenderal China yang Berani pada Xi Jinping
Xi Jinping dan Krisis...
Xi Jinping dan Krisis Komando PLA: Kasus Zhang Youxia Ungkap Konflik Internal China
Ingin Jadi Presiden...
Ingin Jadi Presiden Abadi, Xi Jinping Singkirkan Semua Jenderal yang Menghalangi
Rekomendasi
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng Puspadaya Dukung Sekolah Ramah Anak, Fokus Cegah Bullying
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Berita Terkini
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima PN Jaktim, Roy Suryo: Harusnya Berlaku Juga Buat Kasus Saya
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Hakim: JPU Tak Cermat Susun Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi
Usai Mundur Jadi Pengacara...
Usai Mundur Jadi Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris Kini Pakai Kursi Roda
Eksepsinya Dikabulkan,...
Eksepsinya Dikabulkan, Dokter Tifa Nyatakan Tetap Berjuang Bongkar Ijazah Jokowi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima, Hakim Nyatakan Surat Dakwaan Batal Demi Hukum
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved