Bangka Belitung Menuju Siaran TV Digital
Minggu, 14 November 2021 - 07:37 WIB
loading...
A
A
A
Provinsi Bangka Belitung (Babel) akan menghentikan siaran TV Analog atau ASO dalam tiga tahap. Tahap pertama 30 April 2022 dilaksanakan di Kepulauan Bangka Belitung – 1 (Kabupaten Bangka Tengah, Kota Pangkal Pinang).
Selanjutnya 25 Agustus 2022 pelaksanaan tahap kedua ASO di Kepulauan Bangka Belitung – 2 (Kabupaten Bangka, Kabupaten Bangka Barat). Tahap terakhir atau ketiga yaitu 2 November 2022 daerah terdampaknya Kepulauan Bangka Belitung – 4 (Kabupaten Belitung, Kabupaten Belitung Timur).
Sekretaris Pokja Migrasi Program Siaran Gugus Tugas ASO Kemenkominfo Mesania Mimaisa Sebayang memaparkan dalam acara yang sama tersebut, bahwa Bangka Belitung memiliki potensi besar dalam hal keragaman siaran setelah migrasi. Bila satu multipleksing mampu menyiarkan hingga 12 program, Bangka belitung saat ini ada tiga multipleksing.
“Di Babel saat ini ada 14-16 lembaga penyiaran yang memiliki izin penyiaran. Sedangkan di Babel ada tiga multipleksing TVRI, dan milik Lembaga Penyiaran Swasta lain,” katanya.
Dengan demikian jumlah siaran yang bisa ditampung multipleksing yang ada di Bangka Belitung jauh lebih besar dari jumlah lembaga penyiaran yang sudah bersiaran saat ini. Potensi keragaman atau penambahan siaran baru sangat besar.
Selanjutnya 25 Agustus 2022 pelaksanaan tahap kedua ASO di Kepulauan Bangka Belitung – 2 (Kabupaten Bangka, Kabupaten Bangka Barat). Tahap terakhir atau ketiga yaitu 2 November 2022 daerah terdampaknya Kepulauan Bangka Belitung – 4 (Kabupaten Belitung, Kabupaten Belitung Timur).
Sekretaris Pokja Migrasi Program Siaran Gugus Tugas ASO Kemenkominfo Mesania Mimaisa Sebayang memaparkan dalam acara yang sama tersebut, bahwa Bangka Belitung memiliki potensi besar dalam hal keragaman siaran setelah migrasi. Bila satu multipleksing mampu menyiarkan hingga 12 program, Bangka belitung saat ini ada tiga multipleksing.
“Di Babel saat ini ada 14-16 lembaga penyiaran yang memiliki izin penyiaran. Sedangkan di Babel ada tiga multipleksing TVRI, dan milik Lembaga Penyiaran Swasta lain,” katanya.
Dengan demikian jumlah siaran yang bisa ditampung multipleksing yang ada di Bangka Belitung jauh lebih besar dari jumlah lembaga penyiaran yang sudah bersiaran saat ini. Potensi keragaman atau penambahan siaran baru sangat besar.
Lihat Juga :