DPR Minta Unboxing Ilegal Motor Superbike Tak Boleh Terulang
Jum'at, 12 November 2021 - 23:28 WIB
loading...
Anggota Komisi X DPR RI Syamsul Luthfi meminta semua pihak mengambil pelajaran dari tindakan tercela unboxing motor superbike milik Ducati oleh panitia. Foto/dpr.go.id
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Syamsul Luthfi meminta semua pihak mengambil pelajaran dari tindakan tercela unboxing motor superbike milik Ducati oleh panitia. Kejadian itu sangat mencoreng nama baik bangsa di kancah internasional.
“Dalam hal ini Mandalika Grand Prix Association (MGPA) harus mematuhi peraturannya, aturan main harus betul-betul kita patuhi, harus berkerja secara profesional. Karena di dalam dunia olahraga Internasional ini ada yang sifatnya teknis dan etis yang harus kita patuhi,” ujar Legislator asal NTB itu dalam keterangannya, Jumat (12/11/2021). Baca juga: Gempar Video Unboxing Ducati Jelang World Superbike, Ini Penjelasan Bea Cukai Mataram
Menurut dia, even internasional membutuhkan kinerja yang mengedepankan mutu, integritas, dan profesionalisme yang tinggi. Banyak anak-anak bangsa yang memiliki karakter tersebut dan harus mengambil peran tersebut untuk mengembalikan kehormatan negara.
Pihak yang terbukti melakukan tindakan tercela tersebut, lanjut dia, harus dikenakan sanksi yang tegas. “Sebab di sini dibutuhkan kerja dengan profesional. Jadi kalau aturan mainnya tidak boleh, jangan dicoba-coba melakukan karena ini bisa mencoreng nama Indonesia di mata dunia Internasional,” jelas Syamsul.
Terlebih, lanjut Luthfi, penyelenggaraan World Superbike 2021 dan MotoGP merupakan sebuah kepercayaan yang sangat luar biasa dari dunia otomotif internasional terhadap Indonesia. Kesempatan itu tidak boleh disia-siakan dengan membiarkan para pihak mencoreng nama baik bangsa.
Dia meminta kejadian unboxing tersebut tidak boleh terulang. Sebab upaya untuk mempersiapkan kedua ajang tersebut berikut penyediaan sirkuitnya telah dilakukan dengan segenap usaha dan perjuangan.
“Kita mempersiapkan baik dari sisi mutu penyelenggaraannya maupun kesiapan kita sebagai tuan rumah yang ramah terhadap para tamu-tamu yang akan datang untuk menyaksikan ataupun mengikuti event tersebut,” papar Syamsul.
“Dalam hal ini Mandalika Grand Prix Association (MGPA) harus mematuhi peraturannya, aturan main harus betul-betul kita patuhi, harus berkerja secara profesional. Karena di dalam dunia olahraga Internasional ini ada yang sifatnya teknis dan etis yang harus kita patuhi,” ujar Legislator asal NTB itu dalam keterangannya, Jumat (12/11/2021). Baca juga: Gempar Video Unboxing Ducati Jelang World Superbike, Ini Penjelasan Bea Cukai Mataram
Menurut dia, even internasional membutuhkan kinerja yang mengedepankan mutu, integritas, dan profesionalisme yang tinggi. Banyak anak-anak bangsa yang memiliki karakter tersebut dan harus mengambil peran tersebut untuk mengembalikan kehormatan negara.
Pihak yang terbukti melakukan tindakan tercela tersebut, lanjut dia, harus dikenakan sanksi yang tegas. “Sebab di sini dibutuhkan kerja dengan profesional. Jadi kalau aturan mainnya tidak boleh, jangan dicoba-coba melakukan karena ini bisa mencoreng nama Indonesia di mata dunia Internasional,” jelas Syamsul.
Terlebih, lanjut Luthfi, penyelenggaraan World Superbike 2021 dan MotoGP merupakan sebuah kepercayaan yang sangat luar biasa dari dunia otomotif internasional terhadap Indonesia. Kesempatan itu tidak boleh disia-siakan dengan membiarkan para pihak mencoreng nama baik bangsa.
Dia meminta kejadian unboxing tersebut tidak boleh terulang. Sebab upaya untuk mempersiapkan kedua ajang tersebut berikut penyediaan sirkuitnya telah dilakukan dengan segenap usaha dan perjuangan.
“Kita mempersiapkan baik dari sisi mutu penyelenggaraannya maupun kesiapan kita sebagai tuan rumah yang ramah terhadap para tamu-tamu yang akan datang untuk menyaksikan ataupun mengikuti event tersebut,” papar Syamsul.
Lihat Juga :