Minta Jangan Pelihara Mental Inlander, Jokowi: Wong Sama-sama Makan Nasi
Kamis, 11 November 2021 - 14:52 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak ingin masih ada bangsa Indonesia yang bermental terjajah atau inlander. Foto/Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) tak ingin masih ada bangsa Indonesia yang bermental terjajah atau inlander. Menurut dia, masih ada yang memandang bangsa asing lebih tinggi dari bangsa sendiri.
“Kita tidak ingin, saya tidak ingin mental inferior, mental inlander, mental terjajah ini masih ada yang bercokol di dalam mentalitas bangsa kita. Ketemu bule saja kayak ketemu siapa gitu. Sedih kita. Kita kadang-kadang terlalu mendongak kayak gini. Wong sama-sama makan nasi juga,” ujar Jokowi di HUT ke-10 Partai Nasdem, Kamis (11/11/2021).
Jokowi mengaku kadang sering berpikir bahwa dampak dijajah begitu lama memunculkan mental inlander dan inferior. Dia mengakui Indonesia telah dijajah oleh bangsa lain selama 350 tahun.
Baca juga: Jokowi: ASN Jangan Bergaya seperti Pejabat Zaman Kolonial
“Meskipun kita sudah 76 tahun merdeka. Dan merdekanya pun lewat sebuah perjuangan yang panjang bukan diberi. Tapi DNA itu yang masih terus menjadi kepikiran saya. Jangan-jangan kita memiliki mental inlander, mental terjajah, mental inferior gara-gara DNA yang diturunkan karena 350 tahun kita terjajah,” katanya disambut tepuk tangan.
“Kita tidak ingin, saya tidak ingin mental inferior, mental inlander, mental terjajah ini masih ada yang bercokol di dalam mentalitas bangsa kita. Ketemu bule saja kayak ketemu siapa gitu. Sedih kita. Kita kadang-kadang terlalu mendongak kayak gini. Wong sama-sama makan nasi juga,” ujar Jokowi di HUT ke-10 Partai Nasdem, Kamis (11/11/2021).
Jokowi mengaku kadang sering berpikir bahwa dampak dijajah begitu lama memunculkan mental inlander dan inferior. Dia mengakui Indonesia telah dijajah oleh bangsa lain selama 350 tahun.
Baca juga: Jokowi: ASN Jangan Bergaya seperti Pejabat Zaman Kolonial
“Meskipun kita sudah 76 tahun merdeka. Dan merdekanya pun lewat sebuah perjuangan yang panjang bukan diberi. Tapi DNA itu yang masih terus menjadi kepikiran saya. Jangan-jangan kita memiliki mental inlander, mental terjajah, mental inferior gara-gara DNA yang diturunkan karena 350 tahun kita terjajah,” katanya disambut tepuk tangan.
Lihat Juga :