Soal Menteri Nyapres, Demokrat Sarankan Pemerintahan Jokowi Tiru Era SBY
Kamis, 11 November 2021 - 07:49 WIB
loading...
A
A
A
Syarief khawatir pemerintahan Jokowi bakal terganggu bila banyak menteri sibuk mendongkrak popularitas. "Soalnya kan nggak fokus lagi kan. Cuma ngurusin supaya bagaimana elektabilitasnya tinggi, ya kan? Popularitasnya bisa tinggi," ungkap anggota Komisi I DPR ini.
Baca juga: Menteri Jokowi Sibuk Nyapres, Gerindra Sebut Masih On The Track Jalankan Tugas
Dia menyarankan agar Pemerintahan Jokowi menerapkan sistem yang dilakukan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat itu, itu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerapkan aturan bahwa menteri-menteri yang akan maju menjadi calon legislatif (caleg) dilarang mengkampanyekan program-program kementerian di daerah pemilihannya (dapil). Bahkan, dilarang juga menampilkan wajah ataupun suaranya di televisi.
"Nah, kalau ini ditarik ke atas secara nasional, sama aja sih. Waktu itu jelas diaturnya begitu oleh KPK, KPK yang ngatur waktu itu. Nah kalau nyalon presiden saya nggak tahu nih gimana. Ya etikanya sih begitu (ikut ketentuan itu) supaya hisa fokus kan, atau satu tahun menjelanh pilpres mundur. Atau beberapa bulan sebelum," kata Syarief.
Baca juga: Menteri Jokowi Sibuk Nyapres, Gerindra Sebut Masih On The Track Jalankan Tugas
Dia menyarankan agar Pemerintahan Jokowi menerapkan sistem yang dilakukan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat itu, itu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerapkan aturan bahwa menteri-menteri yang akan maju menjadi calon legislatif (caleg) dilarang mengkampanyekan program-program kementerian di daerah pemilihannya (dapil). Bahkan, dilarang juga menampilkan wajah ataupun suaranya di televisi.
"Nah, kalau ini ditarik ke atas secara nasional, sama aja sih. Waktu itu jelas diaturnya begitu oleh KPK, KPK yang ngatur waktu itu. Nah kalau nyalon presiden saya nggak tahu nih gimana. Ya etikanya sih begitu (ikut ketentuan itu) supaya hisa fokus kan, atau satu tahun menjelanh pilpres mundur. Atau beberapa bulan sebelum," kata Syarief.
(muh)
Lihat Juga :