Soal Menteri Nyapres, Demokrat Sarankan Pemerintahan Jokowi Tiru Era SBY

Kamis, 11 November 2021 - 07:49 WIB
loading...
Soal Menteri Nyapres,...
Politikus Partai Demokrat Syarief Hasan menyarankan pemerintahan Jokowi menerapkan apa yang dilakukan di era SBY terkait menteri-menteri yang bersiap nyapres. Foto/mpr.go.id
A A A
JAKARTA - Sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Maju sudah terang-terangan mempersiapkan diri untuk maju sebagai calon dalam pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2024. Presiden Jokowi pun telah memberikan restu para menterinya untuk nyapres.

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Syarief Hasan menyarankan para menteri Jokowi yang sibuk nyapres lebih baik mundur. Kendati tidak ada aturan yang melarang menteri menjadi calon presiden (capres), tetapi baginya hal itu tidak elok secara etika politik.

"Saya pikir begini, bagi yang jelas-jelas nyapres lebih elok dan lebih elite kalau mundur dari menteri. Tidak ada aturan yang secara eksplisit mengatur, cuma ini etika politiknya saja," kata Syarief di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (11/11/2021) malam.

Baca juga: Fraksi Demokrat Gelar Doa Bersama untuk Kesembuhan SBY, Ibas Terenyuh

Syarief menjelaskan, bisa saja kerja-kerja para menteri tersebut di kementeriannya hanyalah untuk pencitraan. "Karena apa? Bisa saja, bisa saja ya, maksudnya untuk kerja tapi dia pencitraan untuk nyapres," ujar anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini.

Syarief khawatir pemerintahan Jokowi bakal terganggu bila banyak menteri sibuk mendongkrak popularitas. "Soalnya kan nggak fokus lagi kan. Cuma ngurusin supaya bagaimana elektabilitasnya tinggi, ya kan? Popularitasnya bisa tinggi," ungkap anggota Komisi I DPR ini.

Baca juga: Menteri Jokowi Sibuk Nyapres, Gerindra Sebut Masih On The Track Jalankan Tugas

Dia menyarankan agar Pemerintahan Jokowi menerapkan sistem yang dilakukan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat itu, itu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerapkan aturan bahwa menteri-menteri yang akan maju menjadi calon legislatif (caleg) dilarang mengkampanyekan program-program kementerian di daerah pemilihannya (dapil). Bahkan, dilarang juga menampilkan wajah ataupun suaranya di televisi.

"Nah, kalau ini ditarik ke atas secara nasional, sama aja sih. Waktu itu jelas diaturnya begitu oleh KPK, KPK yang ngatur waktu itu. Nah kalau nyalon presiden saya nggak tahu nih gimana. Ya etikanya sih begitu (ikut ketentuan itu) supaya hisa fokus kan, atau satu tahun menjelanh pilpres mundur. Atau beberapa bulan sebelum," kata Syarief.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Jokowi Minta Kader PSI...
Jokowi Minta Kader PSI Hidupkan Mesin Partai sampai Tingkat Desa
Ahmad Ali Beberkan Alasan...
Ahmad Ali Beberkan Alasan Jokowi Turun Langsung Keliling Daerah
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Blusukan, Jokowi Terima...
Blusukan, Jokowi Terima Gelar Adat Tertinggi dari 5 Kerajaan Adat Lampung
Rekomendasi
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
Daftar Lengkap Staf...
Daftar Lengkap Staf Pelatih Timnas Indonesia Era John Herdman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved