Gus Yahya: Posisi Indonesia Sangat Strategis Wujudkan Stabilitas Dunia
Kamis, 11 November 2021 - 01:57 WIB
loading...
Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menilai, Indonesia punya posisi strategis dalam membentuk stabilitas dan tatanan dunia. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menilai, Indonesia memiliki posisi strategis dalam membentuk stabilitas dan tatanan dunia. Potensi besar ini sudah saatnya disadari dan dikelola agar Indonesia semakin kuat di dunia internasional.
Baca juga: PWNU dan PCNU se-Jatim Solid Dukung Gus Yahya Pimpin PBNU
Hal tersebut diungkapkan Gus Yahya, sapaan Katib Aam PBNU itu saat memberi kuliah umum bertema 'Kontribusi Perjuangan Pahlawan Santri Ditinjau dari Perspektif Sosio-Cultural dan Kontekstualisasi Semangat Persatuan dan Rela Berkorban di Era Digital’ di Universitas Pertahanan (Unhan), Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/11/2021).
Baca juga: Kiai Paling Dituakan di Bali Doakan Gus Yahya Sukses Pimpin PBNU
Menurut Gus Yahya, di tengah memanasnya hubungan antarsejumlah negara di kawasan saat ini, tatanan dunia sejatinya tengah menuju titik keseimbangan (equilibrium) baru.
"Karena letaknya yang sangat strategis dalam menjaga stabilitas, maka dunia internasional menginginkan Indonesia menjadi negara yang kuat, bukan hanya di regional tapi juga di kawasan Indo-Pasifik," ujar kandidat kuat Ketua Umum PBNU ini.
Dalam kaitan itu, maka dunia internasional pun sangat berkepentingan dengan Indonesia agar menjadi negara yang kuat, yang stabil, dan jauh dari gejolak. Tatanan dunia saat ini, menurut Gus Yahya, belum bisa disebut stabil apalagi kokoh.
Baca juga: PWNU dan PCNU se-Jatim Solid Dukung Gus Yahya Pimpin PBNU
Hal tersebut diungkapkan Gus Yahya, sapaan Katib Aam PBNU itu saat memberi kuliah umum bertema 'Kontribusi Perjuangan Pahlawan Santri Ditinjau dari Perspektif Sosio-Cultural dan Kontekstualisasi Semangat Persatuan dan Rela Berkorban di Era Digital’ di Universitas Pertahanan (Unhan), Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/11/2021).
Baca juga: Kiai Paling Dituakan di Bali Doakan Gus Yahya Sukses Pimpin PBNU
Menurut Gus Yahya, di tengah memanasnya hubungan antarsejumlah negara di kawasan saat ini, tatanan dunia sejatinya tengah menuju titik keseimbangan (equilibrium) baru.
"Karena letaknya yang sangat strategis dalam menjaga stabilitas, maka dunia internasional menginginkan Indonesia menjadi negara yang kuat, bukan hanya di regional tapi juga di kawasan Indo-Pasifik," ujar kandidat kuat Ketua Umum PBNU ini.
Dalam kaitan itu, maka dunia internasional pun sangat berkepentingan dengan Indonesia agar menjadi negara yang kuat, yang stabil, dan jauh dari gejolak. Tatanan dunia saat ini, menurut Gus Yahya, belum bisa disebut stabil apalagi kokoh.
Lihat Juga :