PBNU-Kementerian P2MI Kerja Sama Pelatihan dan Penyaluran Pekerja Migran
Rabu, 05 Februari 2025 - 19:11 WIB
loading...
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) memperkuat pelatihan dan penyaluran pekerja migran Indonesia. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) memperkuat pelatihan dan penyaluran pekerja migran Indonesia. Hal itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2025).
MoU ini bertujuan untuk memperkuat pelatihan calon pekerja migran melalui sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan PBNU, serta mempersiapkan pekerja untuk bekerja di luar negeri, khususnya di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Menteri P2MI Abdul Kadir Karding menjelaskan kerja sama ini meliputi pelatihan dalam berbagai sektor, termasuk keperawatan.
"Kami menandatangani MoU, kita ingin mengonsolidasikan sekolah-sekolah yang ada di bawah naungan PBNU, termasuk pelatihan, kemudian juga keperawatan yang bisa kita siapkan untuk menyambut pembukaan lapangan kerja di beberapa tempat," ujarnya.
Baca juga: Garda Satu Minta Pemerintah Malaysia Beri Santunan pada PMI Korban Penembakan
Karding menuturkan, pekerja migran yang telah dilatih akan memiliki peluang besar untuk bekerja di negara-negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Karding menilai kemampuan bahasa yang sudah dimiliki oleh banyak pekerja migran Indonesia, baik dalam bahasa Inggris maupun bahasa Arab, menjadi nilai tambah bagi mereka.
"Termasuk kemungkinan kita kirim ke Arab atau Uni Emirat Arab, karena mereka sudah rata-rata bahasa Inggris dan bahasa Arabnya sudah bagus. Jadi kita sangat berkepentingan untuk mengajak sekolah-sekolah ini bekerja sama," ujarnya.
MoU ini bertujuan untuk memperkuat pelatihan calon pekerja migran melalui sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan PBNU, serta mempersiapkan pekerja untuk bekerja di luar negeri, khususnya di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Menteri P2MI Abdul Kadir Karding menjelaskan kerja sama ini meliputi pelatihan dalam berbagai sektor, termasuk keperawatan.
"Kami menandatangani MoU, kita ingin mengonsolidasikan sekolah-sekolah yang ada di bawah naungan PBNU, termasuk pelatihan, kemudian juga keperawatan yang bisa kita siapkan untuk menyambut pembukaan lapangan kerja di beberapa tempat," ujarnya.
Baca juga: Garda Satu Minta Pemerintah Malaysia Beri Santunan pada PMI Korban Penembakan
Karding menuturkan, pekerja migran yang telah dilatih akan memiliki peluang besar untuk bekerja di negara-negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Karding menilai kemampuan bahasa yang sudah dimiliki oleh banyak pekerja migran Indonesia, baik dalam bahasa Inggris maupun bahasa Arab, menjadi nilai tambah bagi mereka.
"Termasuk kemungkinan kita kirim ke Arab atau Uni Emirat Arab, karena mereka sudah rata-rata bahasa Inggris dan bahasa Arabnya sudah bagus. Jadi kita sangat berkepentingan untuk mengajak sekolah-sekolah ini bekerja sama," ujarnya.
Lihat Juga :