PBNU Gelar Festival Keluarga Indonesia, Hadirkan NU Dalam Masyarakat Kota
Sabtu, 01 Februari 2025 - 19:59 WIB
loading...
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Pengarah Kongres Keluarga Maslahat NU Alissa Wahid saat pembukaan Festival Keluarga Indonesia di Jakarta, Sabtu (1/2/2025). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Festival Keluarga Indonesia, sebagai rangkaian Kongres Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama dan Hari Lahir Ke-102 NU.
Festival yang dibuka hari ini akan berlangsung hingga Minggu (2/2/2025) besok. Dalam event ini menghadirkan NU dalam lanskap awam keluarga Indonesia di tengah kota, dan mewujudkan kemaslahatan keluarga Indonesia. Khususnya keluarga NU dengan gerakan khidmah yang solid dan terintegrasi.
Baca juga: PBNU Gelar Kongres Keluarga Maslahat, Bahas Maraknya Kekerasan hingga Judi Online
“(Ketum PBNU) Gus Yahya pada pidato abad ke-1 menyebutkan, masuk ke abad ke-2 NU, maka ada perbedaannya, saat ini banyak orang NU yang tinggal di kota besar termasuk Jakarta,” ujarnya Pengarah Kongres Keluarga Maslahat NU Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid saat pembukaan Festival Keluarga Indonesia di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (1/2/2025).
“Gerakan Keluarga Maslahat NU diminta untuk mengembangkan strategi membantu keluarga Indonesia berkembang,” lanjutnya.
Alissa menyampaikan bahwa Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) memiliki enam dimensi. Di antaranya relasi maslahat, keluarga terdidik, keluarga cinta alam, keluarga sehat, keluarga sejahtera, dan keluarga moderat. Dimensi itu tercipta dari perubahan dan penyesuaian di era masa kini.
Festival yang dibuka hari ini akan berlangsung hingga Minggu (2/2/2025) besok. Dalam event ini menghadirkan NU dalam lanskap awam keluarga Indonesia di tengah kota, dan mewujudkan kemaslahatan keluarga Indonesia. Khususnya keluarga NU dengan gerakan khidmah yang solid dan terintegrasi.
Baca juga: PBNU Gelar Kongres Keluarga Maslahat, Bahas Maraknya Kekerasan hingga Judi Online
“(Ketum PBNU) Gus Yahya pada pidato abad ke-1 menyebutkan, masuk ke abad ke-2 NU, maka ada perbedaannya, saat ini banyak orang NU yang tinggal di kota besar termasuk Jakarta,” ujarnya Pengarah Kongres Keluarga Maslahat NU Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid saat pembukaan Festival Keluarga Indonesia di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (1/2/2025).
“Gerakan Keluarga Maslahat NU diminta untuk mengembangkan strategi membantu keluarga Indonesia berkembang,” lanjutnya.
Alissa menyampaikan bahwa Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) memiliki enam dimensi. Di antaranya relasi maslahat, keluarga terdidik, keluarga cinta alam, keluarga sehat, keluarga sejahtera, dan keluarga moderat. Dimensi itu tercipta dari perubahan dan penyesuaian di era masa kini.
Lihat Juga :