Barikade 98 Tagih Pemberian Gelar Pahlawan Nasional untuk Pejuang Reformasi 98
Rabu, 10 November 2021 - 12:45 WIB
loading...
Bertepatan dengan Hari Pahlawan, Barikade 98 dan menagih janji pemberian gelar pahlawan nasional kepada 4 pejuang reformasi 1998. Keempatnya yakni Elang Mulya Lesmana, Hafidin Royan, Hendriawan Sie, dan Heri Hartanto. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Bertepatan dengan Hari Pahlawan , Barikade 98 menagih janji pemberian gelar pahlawan nasional kepada 4 pejuang Reformasi 1998. Keempatnya merupakan mahasiswa Universitas Trisaksi yakni Elang Mulya Lesmana, Hafidin Royan, Hendriawan Sie, dan Heri Hartanto.
Mereka ini menjadi korban saat aksi menuntut Presiden Soeharto untuk mundur dari jabatannya. Hingga kini, keempat 4 pejuang Reformasi 98 itu belum mendapat gelar pahlawan nasional dari pemerintah. Baca juga: Jokowi Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada 4 Tokoh
Waketum Barikade 98 , Julianto Hendro Cahyono mengatakan keempat pejuang reformasi 98 ini harus diberikan gelar pahlawan nasional. Tujuannya agar mereka bisa masuk dan ditulis dalam buku sejarah yang ada di pendidikan sekolah formal.
Dengan demikian para pelajar baik di tingkat SD, SMP hingga SMA bisa mengetahui sejarah aksi pergerakan mahasiswa saat melengserkan Soeharto.
"Selama ini kita melihat buku sejarah di sekolah SD, SMP dan SMA, sama sekali tidak ditulis pergerakan mahasiswa. Padahal ditulisnya disitu cuman lengsernya Soeharto. Sementara lengsernya Soeharto itu kan ada rangkaian pergerakan yang dipimpin mahasiswa. Dan itu tidak ditulis secara benar sesuai fakta," kata Julianto Hendro dalam jumpa pers di kantor Barikade, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (9/11/2021).
Mereka ini menjadi korban saat aksi menuntut Presiden Soeharto untuk mundur dari jabatannya. Hingga kini, keempat 4 pejuang Reformasi 98 itu belum mendapat gelar pahlawan nasional dari pemerintah. Baca juga: Jokowi Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada 4 Tokoh
Waketum Barikade 98 , Julianto Hendro Cahyono mengatakan keempat pejuang reformasi 98 ini harus diberikan gelar pahlawan nasional. Tujuannya agar mereka bisa masuk dan ditulis dalam buku sejarah yang ada di pendidikan sekolah formal.
Dengan demikian para pelajar baik di tingkat SD, SMP hingga SMA bisa mengetahui sejarah aksi pergerakan mahasiswa saat melengserkan Soeharto.
"Selama ini kita melihat buku sejarah di sekolah SD, SMP dan SMA, sama sekali tidak ditulis pergerakan mahasiswa. Padahal ditulisnya disitu cuman lengsernya Soeharto. Sementara lengsernya Soeharto itu kan ada rangkaian pergerakan yang dipimpin mahasiswa. Dan itu tidak ditulis secara benar sesuai fakta," kata Julianto Hendro dalam jumpa pers di kantor Barikade, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (9/11/2021).
Lihat Juga :