Menunggu Gebrakan KPK Era Firli Tangkap Harun Masiku

Jum'at, 05 Juni 2020 - 09:28 WIB
loading...
Menunggu Gebrakan KPK...
Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti berharap ada gebrakan lebih tajam dari unsur komisioner KPK yang sekarang, seperti menangkap Harun Masiku. Foto/Dok SINDO
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti mengapresiasi keberhasilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meringkus buronan mantan Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya. Ray berharap ada gebrakan lebih tajam dari unsur komisioner KPK yang sekarang, seperti menangkap Harun Masiku .

"Kasus ini sendiri bukanlah kasus yang mereka (komisioner KPK era Firli) lidik. Jadi, hingga sampai sekarang, KPK baru menyampaikan satu kasus ke pengadilan. Yang lain malah kabur. Misalnya soal pelarian Harun Masiku," kata Ray kepada SINDOnews, Jumat (5/6/2020).

Ray mengatakan, kasus buronan Harun Masiku murni di era KPK yang sekarang. Artinya, penangkapan Nurhadi dan menantunya tidak dengan sendirinya menghapuskan rekam aktivitas buram KPK selama lima bulan terakhir.

Di sisi lain, kata Ray, kasus Harun juga tidak menghapuskan pertanyaan soal misalnya mengapa ada kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang justru kemudian tidak diproses sendiri oleh KPK. (Baca juga: Keberadaan Harun Masiku Masih Misteri, Keseriusan KPK Dipertanyakan ).

Pertanyaan yang sama, sambung Ray, mengimbas ke Dewan Pengawas KPK. Bagaimana sikap mereka atas operasi OTT yang ternyata hasilnya malah tidak ditangani oleh KPK. Sebab, sejatinya, izin OTT itu datang dari Dewas KPK. Maka sudah sepatutnya juga kita meminta tanggung jawab dewas atas hal ini.

"Maka penangkapan ini tetap kita apresiasi. Tapi ini tidak cukup jadi dasar untuk membangkitkan optimisme atas KPK yang sekarang," ujar Aktivis 98 asal UIN Jakarta ini. (Baca juga: Industri Pariwisata Bali Siap Jalani New Normal Pariwisata ).
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Sita Rumah Bupati...
KPK Sita Rumah Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Semarang
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Fuad Hasan Absen karena...
Fuad Hasan Absen karena Kondisi Kesehatan, KPK Minta Bukti
Sinergi KPK dan BNN...
Sinergi KPK dan BNN dalam Raker Komisi III DPR Bahas Program 2027
Kenakan Rompi Tahanan,...
Kenakan Rompi Tahanan, Bupati Muara Enim Edison Resmi Ditahan KPK
KPK Bergerak! Usai OTT...
KPK Bergerak! Usai OTT Bupati Muara Enim, Sejumlah Ruangan Penting Disegel
Rekomendasi
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Berita Terkini
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved