Hari Cinta Satwa dan Puspa Nasional, FPLI Ajak Generasi Muda Lestarikan Pohon Lokal
Sabtu, 06 November 2021 - 18:20 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 7 Tumbuhan yang Sudah Punah di Habitat Aslinya, Salah Satunya dari Indonesia
Wendy menambahkan, pelestarian pohon lokal Indonesia dapat dilakukan siapa pun dengan mengenali pohon di sekitar dan membagikan pengetahuannya ke publik. ”Gerakan Ayo Tanam Pohon Lokal akan dilanjutkan dengan penanaman pohon lokal di Jakarta dan berbagai daerah Indonesia secara serentak sampai momentum Hari Menanam Pohon Nasional pada 28 November 2021,” paparnya.
Senada, Prof. Dr. Tukirin Partomihardjo mengatakan, meskipun Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati terbesar ke-2 di dunia, kepedulian terhadap kekayaan tersebut masih sangat rendah. ”Banyak dari kita yang tidak lagi tahu, jenis tanaman yang merupakan nama daerah Indonesia , seperti Maja, Kemang, Gambir, dan lain-lain. Jangan sampai terjadi kepunahan seperti jenis fauna Indonesia yang saat ini tinggal sejarah saja misalnya, Harimau,” tegasnya.
Untuk itu, Tukirin mengapresiasi kepedulian anak muda yang peduli pada pelestarian pohon lokal agar keberadaan pohon tersebut dapat terus diwariskan ke generasi mendatang. ”Siapa pun perlu peduli terhadap pohon lokal yang Indonesia miliki. Menjaga dan melestarikan kekayaan pohon Indonesia merupakan tanggung jawab kita bersama. Diharapkan gerakan Ayo Tanam Pohon Lokal dalam berkembang ke seluruh daerah Indonesia,” katanya.
Baca juga: Pelestarian Hayati, Taman Kehati Eroniti Dikembangkan di Gunungkidul
Sedangkan, penggiat komunitas Save Our Nusakambangan Island (SONI) Widodo Setyo mengaku telah melakukan upaya pelestarian jenis pohon lokal Indonesia. Menurut dia, upaya rehabilitasi hutan dan lahan itu dilakukan di kawasan penyangga Cagar Alam Nusakambangan Barat mulai 2016 dan di daerah Sungai Citanduy sejak 2017.
Wendy menambahkan, pelestarian pohon lokal Indonesia dapat dilakukan siapa pun dengan mengenali pohon di sekitar dan membagikan pengetahuannya ke publik. ”Gerakan Ayo Tanam Pohon Lokal akan dilanjutkan dengan penanaman pohon lokal di Jakarta dan berbagai daerah Indonesia secara serentak sampai momentum Hari Menanam Pohon Nasional pada 28 November 2021,” paparnya.
Senada, Prof. Dr. Tukirin Partomihardjo mengatakan, meskipun Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati terbesar ke-2 di dunia, kepedulian terhadap kekayaan tersebut masih sangat rendah. ”Banyak dari kita yang tidak lagi tahu, jenis tanaman yang merupakan nama daerah Indonesia , seperti Maja, Kemang, Gambir, dan lain-lain. Jangan sampai terjadi kepunahan seperti jenis fauna Indonesia yang saat ini tinggal sejarah saja misalnya, Harimau,” tegasnya.
Untuk itu, Tukirin mengapresiasi kepedulian anak muda yang peduli pada pelestarian pohon lokal agar keberadaan pohon tersebut dapat terus diwariskan ke generasi mendatang. ”Siapa pun perlu peduli terhadap pohon lokal yang Indonesia miliki. Menjaga dan melestarikan kekayaan pohon Indonesia merupakan tanggung jawab kita bersama. Diharapkan gerakan Ayo Tanam Pohon Lokal dalam berkembang ke seluruh daerah Indonesia,” katanya.
Baca juga: Pelestarian Hayati, Taman Kehati Eroniti Dikembangkan di Gunungkidul
Sedangkan, penggiat komunitas Save Our Nusakambangan Island (SONI) Widodo Setyo mengaku telah melakukan upaya pelestarian jenis pohon lokal Indonesia. Menurut dia, upaya rehabilitasi hutan dan lahan itu dilakukan di kawasan penyangga Cagar Alam Nusakambangan Barat mulai 2016 dan di daerah Sungai Citanduy sejak 2017.
Lihat Juga :