Ikhtiar UNY Membangun Kolaborasi dan Multidisiplin Ilmu Komunikasi
Jum'at, 05 November 2021 - 23:21 WIB
loading...
A
A
A
Nascom 2021 juga dihadiri Dekan FIS UNY Dr Suhadi Purwantara, para dosen Ilmu Komunikasi UNY, serta delegasi dari berbagai organisasi mahasiswa. Pada sesi conference, kegiatan dihadiri oleh 330 peserta yang berasal dari berbagai universitas yang ada di Indonesia. Sesi conference Nascom 2021 menghadirkan guru besar UNY, Prof Suranto, sebagai panelis pertama dengan sub tema “Mengevaluasi Iklim Komunikasi di Indonesia”.
baca juga: Sandiaga: Ajang Moto GP & World Superbike Jadi Sinyal Kebangkitan Parekraf
Dalam paparannya Prof Suranto mengatakan, bahwa iklim komunikasi saat ini didominasi oleh teknologi virtual dan teknologi digital. “Sehingga proses komunikasi mau tidak mau harus juga kita rancang untuk memanfaatkan kekuatan-kekuatan teknologi informasi itu,” jelasnya.
Berikutnya, penelis kedua tampil dosen Universitas Indonesia, Dr Inaya Rakhmani, membahas sub tema “Komunikasi dan Perkembangan Disrupsi Dunia Penyiaran”. Dari materi yang dipaparkan, Dr Inaya berharap bahwa kita dapat lebih literate dan lebih empatik ketika memposting di media sosial, serta melatih dan mengimplementasikan daya pikir daya nalar kritis dalam ruang-ruang media yang semakin bebas.
Sub tema selanjutnya adalah “Komunikasi dan Perkembangan Peradaban Digital” yang disampaikan oleh Prof Hafied Cangara, Guru Besar Universitas Hasanuddin sebagai panelis ketiga. “Tidak seperti revolusi industri sebelumnya yang bergerak secara linear, komunikasi Industri 4.0 bergerak eksponensial dan bergerak dengan modus jaringan sehingga informasi cepat sekali menyebar,” jelasnya.
baca juga: Sandiaga: Ajang Moto GP & World Superbike Jadi Sinyal Kebangkitan Parekraf
Dalam paparannya Prof Suranto mengatakan, bahwa iklim komunikasi saat ini didominasi oleh teknologi virtual dan teknologi digital. “Sehingga proses komunikasi mau tidak mau harus juga kita rancang untuk memanfaatkan kekuatan-kekuatan teknologi informasi itu,” jelasnya.
Berikutnya, penelis kedua tampil dosen Universitas Indonesia, Dr Inaya Rakhmani, membahas sub tema “Komunikasi dan Perkembangan Disrupsi Dunia Penyiaran”. Dari materi yang dipaparkan, Dr Inaya berharap bahwa kita dapat lebih literate dan lebih empatik ketika memposting di media sosial, serta melatih dan mengimplementasikan daya pikir daya nalar kritis dalam ruang-ruang media yang semakin bebas.
Sub tema selanjutnya adalah “Komunikasi dan Perkembangan Peradaban Digital” yang disampaikan oleh Prof Hafied Cangara, Guru Besar Universitas Hasanuddin sebagai panelis ketiga. “Tidak seperti revolusi industri sebelumnya yang bergerak secara linear, komunikasi Industri 4.0 bergerak eksponensial dan bergerak dengan modus jaringan sehingga informasi cepat sekali menyebar,” jelasnya.
Lihat Juga :