Tes PCR Jadi Syarat Wajib Naik Pesawat, Ini Tanggapan Masyarakat
Kamis, 28 Oktober 2021 - 14:25 WIB
loading...
A
A
A
Pendapat kontra terhadap kebijakan ini dilatarbelakangi salah satunya karena biaya tes PCR terlalu mahal. Sementara tidak semua orang memiliki kemampuan untuk membayar dengan jumlah sebesar itu. Hal itu disampaikan oleh 60% responden.
“Tes PCR itu menurut saya masih mahal. Tidak semua penumpang pesawat punya biaya untuk melakukan tes PCR. Hasil tesnya juga keluar dalam waktu yang relatif lama. Jika dibandingkan dengan tes antigen, tentu ini kurang efisien,” ujar Yuli, mahasiswi asal Tangerang.
Biaya tes PCR memang menjadi keluhan tersendiri bagi masyarakat karena dianggap besarannya masih belum terjangkau oleh beberapa kalangan. Meski Presiden Joko Widodo sudah mengeluarkan pernyataan agar tarif PCR bisa diturunkan menjadi Rp300 ribu, hal tersebut masih dianggap memberatkan bagi sebagian orang. Selain itu, sebagian responden juga menolak tes PCR ini karena merasa dengan vaksin saja, penularan virus bisa dicegah.
Penolakan terhadap kebijakan ini juga dipengaruhi oleh kepercayaan pada tingkat efektivitas dampak tes PCR pada penyebaran virus. Sebanyak 92 % responden menjawab upaya tersebut tidak cukup efektif untuk menekan laju virus.
Menurut mahasiswi asal Malang, Syahrina, virus Covid-19 masih bisa ditularkan melalui transportasi lain. Tidak hanya di pesawat. “Kalau dibilang efektif, menurut saya tidak juga. Penularan virus ini kan bukan hanya di pesawat, melainkan bisa juga di transportasi lain. Lagipula, saat ini banyak oknum tidak bertanggung jawab yang memalsukan hasil tes PCR nya,” kata dia kepada MPI.
“Tes PCR itu menurut saya masih mahal. Tidak semua penumpang pesawat punya biaya untuk melakukan tes PCR. Hasil tesnya juga keluar dalam waktu yang relatif lama. Jika dibandingkan dengan tes antigen, tentu ini kurang efisien,” ujar Yuli, mahasiswi asal Tangerang.
Biaya tes PCR memang menjadi keluhan tersendiri bagi masyarakat karena dianggap besarannya masih belum terjangkau oleh beberapa kalangan. Meski Presiden Joko Widodo sudah mengeluarkan pernyataan agar tarif PCR bisa diturunkan menjadi Rp300 ribu, hal tersebut masih dianggap memberatkan bagi sebagian orang. Selain itu, sebagian responden juga menolak tes PCR ini karena merasa dengan vaksin saja, penularan virus bisa dicegah.
Penolakan terhadap kebijakan ini juga dipengaruhi oleh kepercayaan pada tingkat efektivitas dampak tes PCR pada penyebaran virus. Sebanyak 92 % responden menjawab upaya tersebut tidak cukup efektif untuk menekan laju virus.
Menurut mahasiswi asal Malang, Syahrina, virus Covid-19 masih bisa ditularkan melalui transportasi lain. Tidak hanya di pesawat. “Kalau dibilang efektif, menurut saya tidak juga. Penularan virus ini kan bukan hanya di pesawat, melainkan bisa juga di transportasi lain. Lagipula, saat ini banyak oknum tidak bertanggung jawab yang memalsukan hasil tes PCR nya,” kata dia kepada MPI.
Lihat Juga :