Kemenhub Gandeng Kemlu dan Tripatra Tekan Pencemaran Udara
Kamis, 18 Desember 2025 - 09:48 WIB
loading...
Kemenhub menggandeng Kemlu dan Triparta dalam menekan pencemaran udara. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan ( Kemenhub ) melakukan berbagai upaya untuk menekan pencemaran lingkungan akibat emisi transportasi khususnya di sektor penerbangan. Salah satunya dengan melakukan penelitian terhadap bahan bakar pesawat.
Penelitian tersebut didukung Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bersama Indonesia Palm Oil Stategic Studies (IPOSS) dengan tim ahli dari Tripatra. Tripatra ambil bagian dalam Studi Global CAEP/14 ICAO tentang Life Cycle Assessment (LCA) untuk jalur Palm Oil Mill Effluent-Hydroprocessed Esters and Fatty Acids (POME–HEFA) berbasis di Indonesia.
Dari hasil penelitian tersebut, International Civil Aviation Organization (ICAO) telah mencantumkan POME sebagai bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF) dalam dokumen resmi Corsia Default Life Cycle Emissions Values for Corsia Eligible Fuels.
Baca juga: Diskon Tiket Pesawat ke Daerah Bencana Sumatera Sedang Dikaji
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa menyampaikan, Indonesia sebagai negara anggota ICAO berkomitmen untuk menjadi salah satu produsen utama SAF. Ini penting mengingat besarnya potensi bahan baku yang kita miliki oleh karena itu kita mengusulkan perhitungan nilai default LCA.
“Persetujuan ICAO ini menegaskan POME secara resmi diakui sebagai bahan baku SAF dengan nilai emisi yang sangat kompetitif, mampu memberikan emission saving hingga 80% dibandingkan bahan bakar fosil. Ini adalah momentum besar bagi Indonesia untuk memasuki pasar SAF global,” jelasnya.
Penelitian tersebut didukung Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bersama Indonesia Palm Oil Stategic Studies (IPOSS) dengan tim ahli dari Tripatra. Tripatra ambil bagian dalam Studi Global CAEP/14 ICAO tentang Life Cycle Assessment (LCA) untuk jalur Palm Oil Mill Effluent-Hydroprocessed Esters and Fatty Acids (POME–HEFA) berbasis di Indonesia.
Dari hasil penelitian tersebut, International Civil Aviation Organization (ICAO) telah mencantumkan POME sebagai bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF) dalam dokumen resmi Corsia Default Life Cycle Emissions Values for Corsia Eligible Fuels.
Baca juga: Diskon Tiket Pesawat ke Daerah Bencana Sumatera Sedang Dikaji
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa menyampaikan, Indonesia sebagai negara anggota ICAO berkomitmen untuk menjadi salah satu produsen utama SAF. Ini penting mengingat besarnya potensi bahan baku yang kita miliki oleh karena itu kita mengusulkan perhitungan nilai default LCA.
“Persetujuan ICAO ini menegaskan POME secara resmi diakui sebagai bahan baku SAF dengan nilai emisi yang sangat kompetitif, mampu memberikan emission saving hingga 80% dibandingkan bahan bakar fosil. Ini adalah momentum besar bagi Indonesia untuk memasuki pasar SAF global,” jelasnya.
Lihat Juga :