Sekjen PDIP Tiba-tiba Serang SBY, Pengamat Ungkap tentang Luka Lama
Kamis, 28 Oktober 2021 - 09:22 WIB
loading...
Sekjen PDIP tiba-tiba menyerang Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dengan cara membandingkan kinerjanya dengan pemerintahan Presiden Jokowi. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP tiba-tiba menyerang Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ). Dengan cara membandingkan kinerjanya dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca juga: Sekjen PDIP Ajak Publik Kaji Pemerintahan SBY, Demokrat: Upaya Tutupi Kegagalan
Terkait serangan yang tiba-tiba itu, Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai, masih ada luka lama PDIP saat SBY berkuasa selama 10 tahun dulu. Itu masih membekas, kemudian muncul kembali.
Baca juga: Sudi Silalahi di Mata SBY: Jujur, Baik, dan Banyak Jasa
"Ini soal luka lama, dulu mungkin PDIP pernah dikerjain oleh Demokrat yang pernah berkuasa 10 tahun. Membekas di dia, muncul kembali," kata Ujang kepada wartawan, Kamis (28/10/2021).
Kemudian sambung Ujang, PDIP ingin membuktikan, kinerja pemerintahan hari ini baik, sekaligus untuk mendegradasi atau mendelegitimasi keberhasilan di zaman SBY. Kinerja pemerintahan hari ini bagus, karena PDIP menjadi partai pemenang dan berada dalam pucuk kekuasaan.
"Gitu, jadi ingin mengatakan hari ini pemerintahnya bagus dibandingkan dengan SBY, untuk mendegradasi dan mendelegitimasi," ujarnya.
Baca juga: Sekjen PDIP Ajak Publik Kaji Pemerintahan SBY, Demokrat: Upaya Tutupi Kegagalan
Terkait serangan yang tiba-tiba itu, Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai, masih ada luka lama PDIP saat SBY berkuasa selama 10 tahun dulu. Itu masih membekas, kemudian muncul kembali.
Baca juga: Sudi Silalahi di Mata SBY: Jujur, Baik, dan Banyak Jasa
"Ini soal luka lama, dulu mungkin PDIP pernah dikerjain oleh Demokrat yang pernah berkuasa 10 tahun. Membekas di dia, muncul kembali," kata Ujang kepada wartawan, Kamis (28/10/2021).
Kemudian sambung Ujang, PDIP ingin membuktikan, kinerja pemerintahan hari ini baik, sekaligus untuk mendegradasi atau mendelegitimasi keberhasilan di zaman SBY. Kinerja pemerintahan hari ini bagus, karena PDIP menjadi partai pemenang dan berada dalam pucuk kekuasaan.
"Gitu, jadi ingin mengatakan hari ini pemerintahnya bagus dibandingkan dengan SBY, untuk mendegradasi dan mendelegitimasi," ujarnya.
Lihat Juga :