Perbaiki Fasilitas Publik Sebelum Terapkan Kenormalan Baru
Kamis, 04 Juni 2020 - 08:21 WIB
loading...
Petugas membersihkan tempat duduk di ruang tunggu Stasiun Gambir, Jakarta. Foto/SINDOnews/Adam Erlangga
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Center for Budget Analiysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menyarankan pemerintah menyiapkan segala sesuatu sebelum memberlakukan era kenormalan baru atau new normal . Jika itu tidak dilakukan, sama saja menggiring masyarakat ke alam kematian.
"Bukan hanya sekadar membuat payung hukum, atau sekadar membuat imbauan yang terlalu banyak bicara basa-basi di publik seperti sekadar tahapan buka ini buka itu dan berharap masyarakat menaati protokol Covid-19," tutur Uchok kepada SINDOnews, Kamis (4/6/2020).
Uchok menganggap, protokol new normal ini memang rumit dan tidak gampang. Kebijakan ini hanya akan berhasil jika pemerintah menyediakan anggaran yang besar untuk merenovasi atau menambah fasilitas publik sesuai dengan new normal. (Baca juga: Pemerintah Tegaskan Tidak Terapkan Herd Immunity untuk Tekan Covid-19 ).
"Kalau fasilitas publik disesuaikan dengan protokol new normal, maka masyarakat akan mendukung new normal tersebut. Dan artinya, pemerintah harus menambah fasilitas publik," ujarnya.
Sebagai contoh, fasilitas publik seperti transportasi umum seperti KRL, MRT, Transjakarta, dan moda transportasi massal lainnya harus diatur hanya mengangkut maksimal separuh dari kapasitas tempat duduk. Sehingga, tempat menunggu transportasi itu tidak sampai berdesakan.
"Bukan hanya sekadar membuat payung hukum, atau sekadar membuat imbauan yang terlalu banyak bicara basa-basi di publik seperti sekadar tahapan buka ini buka itu dan berharap masyarakat menaati protokol Covid-19," tutur Uchok kepada SINDOnews, Kamis (4/6/2020).
Uchok menganggap, protokol new normal ini memang rumit dan tidak gampang. Kebijakan ini hanya akan berhasil jika pemerintah menyediakan anggaran yang besar untuk merenovasi atau menambah fasilitas publik sesuai dengan new normal. (Baca juga: Pemerintah Tegaskan Tidak Terapkan Herd Immunity untuk Tekan Covid-19 ).
"Kalau fasilitas publik disesuaikan dengan protokol new normal, maka masyarakat akan mendukung new normal tersebut. Dan artinya, pemerintah harus menambah fasilitas publik," ujarnya.
Sebagai contoh, fasilitas publik seperti transportasi umum seperti KRL, MRT, Transjakarta, dan moda transportasi massal lainnya harus diatur hanya mengangkut maksimal separuh dari kapasitas tempat duduk. Sehingga, tempat menunggu transportasi itu tidak sampai berdesakan.
Lihat Juga :