Relawan JokPro Sebut Amendemen UUD 45 Pintu Masuk Duet Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024

Minggu, 24 Oktober 2021 - 07:44 WIB
loading...
Relawan JokPro Sebut...
Relawan JokPro meyakini amendemen UUD 1945 merupakan pintu masuk bagi duet Jokowi-Prabowo pada pemilihan presiden (pilpres) 2024. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Relawan Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto (JokPro) DKI Jakarta, mendeklarasikan diri mendukung kedua tokoh besar itu sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilu Presiden 2024. Relawan ini juga yakin bahwa pintu masuknya akan terjadi dengan dilakukannya amendemen Undang-Undang Dasar 1945.

“Agenda pertama kita adalah amendemen, amendemen wilayahnya MPR. Yang pertama sih DPD sudah setuju dengan amendemen, yang kedua DPR sudah ada yang mau amendemen misalnya kayak PDIP. Kalau yang lain sudah mau kan akan terjadi tuh amendemen,” kata inisiator Relawan Jok-Pro, M. Qodari, Minggu (24/10/2021).

Qodari menjelaskan agenda PDIP dalam amendemen adalah Pokok-pokok Haluan Negara (PPHN) dan DPD RI adalah penguatan DPD. Tapi, yang namanya amendemen pasti juga akan melihat aspirasi masyarakat, dan kalau aspirasi masyarakat kuat soal Jokowi 3 periode maka dia meyakini hal itu bisa terjadi. Baca juga: Prabowo Didorong Nyapres Lagi, Ariza Patria: Kader Pasti Ingin Pimpinannya Tampil

“Bahasa saya titi mongso, waktunya itu akan ketemu atau tiba saatnya. Nah JokPro mendorong dukungan masyarakat 3 periode akan besar dan menjadi mayoritas. Kalau itu terjadi, terjadilah titi mongso. Masyarakat menghendaki, elite politik juga akan menghendaki dan bergerak,” ujarnya.

Menurut Direktur Eksekutif IndoBarometer ini, ada 2 aspek, pertama amendemen dan kedua Jokowi berpasangan dengan Prabowo. Ini merupakan satu paket, karena kalau amendemen bisa terjadi otomatis Jokowi-Prabowo akan terjadi juga, karena amendemen itu perlu dukungan kekuatan-kekuatan besar. Baca juga: Pilpres 2024 Diprediksi Jadi Pertarungan 3 Paslon

Dia menguraikan, salah satu alasan kenapa Jokowi-Prabowo yakni pertama, karena selama ini representasi aspirasi masyarakat tertuju pada Jokowi dan Prabowo, bukan tokoh yang lain. Kedua, pihaknya menyadari bahwa amendemen 3 periode tidak akan terjadi kalau tidak didukung Gerindra, atau oleh Prabowo, dan termasuk mengunci pasangan untuk 2024.

“Kalau Jok-Pro terjadi kami haqul yakin akan melawan kotak kosong karena koalisi pro pemerintah seperti yang kemarin koalisi pro pemerintah seperti kumpul di Istana sudah 82%, sisanya PKS dan Demokrat tidak cukup untuk mengusung capres karena sisanya hanya 18% saja,” kata Qodari.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MPR Hargai Keputusan...
MPR Hargai Keputusan SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Final Ulang Lomba Cerdas Cermat
Ketua MPR Tegaskan Final...
Ketua MPR Tegaskan Final Cerdas Cermat di Kalbar Diulang, Juri Independen
KPAI Soroti Juri Cerdas...
KPAI Soroti Juri Cerdas Cermat 4 Pilar MPR, Ingatkan Prinsip Adil dan Nondiskriminatif
Kembali atau Dijajah:...
Kembali atau Dijajah: Menjemput Nusantara Jayasempurna
Buka World Peace Forum,...
Buka World Peace Forum, Ibas Ungkap Peran Indonesia sebagai Jembatan Peradaban Dunia
Ketua MPR: Kita Tidak...
Ketua MPR: Kita Tidak Mengunci Rapat Kemungkinan Amendemen UUD 1945
Deddy Corbuzier Soroti...
Deddy Corbuzier Soroti Kontroversi LCC Empat Pilar MPR, Tantang Juri Adu Pintar
Lomba Cerdas Cermat...
Lomba Cerdas Cermat MPR Diulang, SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut
Siswi SMAN 1 Pontianak...
Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Protes Juri Cerdas Cermat MPR Ditawari Beasiswa ke China
Rekomendasi
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Di Tengah Popularitasnya,...
Di Tengah Popularitasnya, Arcelly Idol Ternyata Masih Bergantung pada Benda Ini
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Berita Terkini
Ini Daftar Hakim yang...
Ini Daftar Hakim yang Bakal Mengadili Dokter Tifa dan Roy Suryo
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Sidang Perdana Dokter...
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar 2 Juli 2026, Roy Suryo Tunggu Praperadilan
Beda dengan Roy Suryo,...
Beda dengan Roy Suryo, Dokter Tifa Tidak Ajukan Gugatan Praperadilan
Mahasiswa UBK Ngaku...
Mahasiswa UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Politikus Gerindra: Saya Yakin Tidak Ada Sangkut Paut dengan Mas Gibran
Ducati hingga Tas Dior...
Ducati hingga Tas Dior Rampasan Kasus Korupsi K3 Bakal Dilelang KPK Desember 2026
Infografis
8 Kepolisian Terbaik...
8 Kepolisian Terbaik di Dunia 2025, Apakah Polri Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved