Dari Ulama dan Santri, Nasionalisme Tumbuh dan Berkembang
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 09:15 WIB
loading...
A
A
A
"Itulah sebabnya mengapa hari ini dan setiap tanggal 22 Oktober kita memperingati Hari Santri Nasional dalam rangka mengingat dan mengapresiasi apa yang sudah dilakukan para kiai kita dan santri dalam upaya mengusir kolonialisme dari NKRI yang kita cintai ini," katanya.
Tak hanya itu, Prananda mengingatkan santri juga berperan dalam berbagai bidang, khususnya di bidang pendidikan pesantren. "Kita ketahui bersama, bahwa hingga hari ini, ulama, kiai dan para santri merupakan komponen bangsa yang sangat konsisten dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI," katanya.
Baca juga: Rayakan Hari Santri, NU Care-Lazisnu Santuni 300 Yatim di Bekasi
Tak sampai di situ, Prananda juga menyebut ulama, kiai dan santri juga sangat berperan aktif dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Dari ulama, kiai dan santrilah nasionalisme tumbuh dan berkembang dengan tetap berprinsip pada nilai-nilai universal agama. "Sebagaimana yang diajarkan oleh para kiai dan leluhur kita yaitu "Hubbul Wathon Minal Iman" (nasionalisme atau cinta Tanah Air sebagian dari pada iman).
"Kita wajib bersyukur, di tengah kemajemukan bangsa kita, Indonesia memiliki sebuah ideologi yang dapat mempersatukan anak bangsa, yaitu Pancasila. Dengan Pancasila, egoisme kelompok niscaya luluh di bawah lima sila yang berhasil dirumuskan sejak periode awal berdirinya Indonesia sebagai negara bangsa," kata mantan Pengurus PB PMII tersebut.
Masyarakat Indonesia, terlebih generasi muda dan para santri, tak boleh nihil waspada. Sebab, belakangan ini telah muncul gerakan-gerakan kelompok ekstremis yang dapat memecah-belah tatanan kehidupan berbangsa kita.
Tak hanya itu, Prananda mengingatkan santri juga berperan dalam berbagai bidang, khususnya di bidang pendidikan pesantren. "Kita ketahui bersama, bahwa hingga hari ini, ulama, kiai dan para santri merupakan komponen bangsa yang sangat konsisten dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI," katanya.
Baca juga: Rayakan Hari Santri, NU Care-Lazisnu Santuni 300 Yatim di Bekasi
Tak sampai di situ, Prananda juga menyebut ulama, kiai dan santri juga sangat berperan aktif dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Dari ulama, kiai dan santrilah nasionalisme tumbuh dan berkembang dengan tetap berprinsip pada nilai-nilai universal agama. "Sebagaimana yang diajarkan oleh para kiai dan leluhur kita yaitu "Hubbul Wathon Minal Iman" (nasionalisme atau cinta Tanah Air sebagian dari pada iman).
"Kita wajib bersyukur, di tengah kemajemukan bangsa kita, Indonesia memiliki sebuah ideologi yang dapat mempersatukan anak bangsa, yaitu Pancasila. Dengan Pancasila, egoisme kelompok niscaya luluh di bawah lima sila yang berhasil dirumuskan sejak periode awal berdirinya Indonesia sebagai negara bangsa," kata mantan Pengurus PB PMII tersebut.
Masyarakat Indonesia, terlebih generasi muda dan para santri, tak boleh nihil waspada. Sebab, belakangan ini telah muncul gerakan-gerakan kelompok ekstremis yang dapat memecah-belah tatanan kehidupan berbangsa kita.
Lihat Juga :