Asosiasi Industri Event Desak Pemerintah Tidak PHP Terkait Izin Kegiatan
Rabu, 20 Oktober 2021 - 17:21 WIB
loading...
A
A
A
Harapan yang sama juga dikatakan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Andre Hosea. Menurutnya, industri pameran mengalami kerugian mencapai Rp140 triliun pada tahun 2020. Kerugian itu terjadi karena memang praktis tidak ada kegiatan selama pandemi. (Baca Juga :Kehilangan Rp44 Triliun di 2020, Pelaku Usaha Pameran Siap Bangkit)
Sementara itu Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengaku memahami keresahan dari pelaku industry event di tanah air. Dirinya sepakat jika pertunjukan seni hingga event yang mati suri selama pandemi dinilai sudah waktunya dibuka untuk menjamin seluruh pelaku di dalamnya kembali bisa berkarya. “Mereka para pelaku seni dan penyelenggara pertunjukan itu salah satu yang paling terdampak cukup dalam akibat pandemi. Saya berharap secepatnya izin penyelenggaraan event dan pertunjukan segera dikeluarkan,” katanya.
Huda mengatakan, pembukaan pertunjukan seni dan event-event ini tidak berarti diselenggarakan sebebas seperti sebelum pandemi Covid-19. Meski tren penurunan kasus Covid-19 terus terjadi, tidak bisa dipungkiri bahwa ancaman kembali terjadinya lonjakan kasus Covid-19 masih terbuka.
Politikus PKB ini berjanji akan membuka komunikasi dengan stakeholder terkait dan mengupayakan kembali dibukanya seni pertunjukan dan berbagai event. Menurut dia, upaya perlu koordinasi lintas sektor, mulai dari Komisi II sebagai mitra kerja Kementerian Dalam Negeri, Komisi III sebagai mitra kerja Polri, hingga Komisi XI sebagai mitra kerja Kementerian Keuangan. “Kami di Komisi X akan melakukan komunikasi dengan Bang Sandi (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif). Saya yakin niat baik ini akan disambut positif oleh seluruh pihak, hanya nanti tinggal menindaklanjuti terkait teknisnya,” kata Huda.
Sementara itu Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengaku memahami keresahan dari pelaku industry event di tanah air. Dirinya sepakat jika pertunjukan seni hingga event yang mati suri selama pandemi dinilai sudah waktunya dibuka untuk menjamin seluruh pelaku di dalamnya kembali bisa berkarya. “Mereka para pelaku seni dan penyelenggara pertunjukan itu salah satu yang paling terdampak cukup dalam akibat pandemi. Saya berharap secepatnya izin penyelenggaraan event dan pertunjukan segera dikeluarkan,” katanya.
Huda mengatakan, pembukaan pertunjukan seni dan event-event ini tidak berarti diselenggarakan sebebas seperti sebelum pandemi Covid-19. Meski tren penurunan kasus Covid-19 terus terjadi, tidak bisa dipungkiri bahwa ancaman kembali terjadinya lonjakan kasus Covid-19 masih terbuka.
Politikus PKB ini berjanji akan membuka komunikasi dengan stakeholder terkait dan mengupayakan kembali dibukanya seni pertunjukan dan berbagai event. Menurut dia, upaya perlu koordinasi lintas sektor, mulai dari Komisi II sebagai mitra kerja Kementerian Dalam Negeri, Komisi III sebagai mitra kerja Polri, hingga Komisi XI sebagai mitra kerja Kementerian Keuangan. “Kami di Komisi X akan melakukan komunikasi dengan Bang Sandi (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif). Saya yakin niat baik ini akan disambut positif oleh seluruh pihak, hanya nanti tinggal menindaklanjuti terkait teknisnya,” kata Huda.
(war)
Lihat Juga :