Kubu Moeldoko Disebut Mirip Kerupuk, Ramai di Luar Melempem di Sidang
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 18:44 WIB
loading...
A
A
A
Karena itu, pernyataan kuasa hukum kubu Moeldoko di luar sidang sama halnya dengan pernyataan manusia bermuka dua. Melempem di sidang, ramai di luar sidang. Keterangan orang bermuka dua sudah selayaknya tidak dijadikan rujukan informasi publik.
"Kuasa Hukum KLB ilegal malah mempermasalahkan saksi fakta kami yang hadir di KLB dan kini justru mengungkap kebenaran dan berdiri sejajar dengan Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Ketum AHY. Padahal, itu adalah hal yang wajar. Ada yang berbuat salah, sadar, dan mengaku salah, justru sikap yang patut dicontoh. Karena mengira KLB-nya benaran dihadiri pemilik suara," kata Herzaky.
Baca juga: Demokrat Sebut Yusril Ngeles Terus saat Ditantang Debat Face to Face
Dia mengatakan gaya komunikasi kubu Moeldoko yang terus mengumbar kebohongan membuat banyak pihak semakin yakin bahwa mereka hanya kerumunan pendaur ulang ideologi totaliter Hitler.
"Melakukan propaganda dengan menyebarkan kebohongan berulang kali, berharap masyarakat kemakan kebohongannya dan menganggap kebohongan mereka sebagai kebenaran. Padahal, apa yang disampaikan di persidangan, itulah fakta sebenarnya. Dan, tak ada yang bisa mereka bantah ketika saksi fakta kami membongkar kebohongan yang mereka bangun selama ini," pungkas Herzaky. [Carlos Roy Fajarta]
"Kuasa Hukum KLB ilegal malah mempermasalahkan saksi fakta kami yang hadir di KLB dan kini justru mengungkap kebenaran dan berdiri sejajar dengan Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Ketum AHY. Padahal, itu adalah hal yang wajar. Ada yang berbuat salah, sadar, dan mengaku salah, justru sikap yang patut dicontoh. Karena mengira KLB-nya benaran dihadiri pemilik suara," kata Herzaky.
Baca juga: Demokrat Sebut Yusril Ngeles Terus saat Ditantang Debat Face to Face
Dia mengatakan gaya komunikasi kubu Moeldoko yang terus mengumbar kebohongan membuat banyak pihak semakin yakin bahwa mereka hanya kerumunan pendaur ulang ideologi totaliter Hitler.
"Melakukan propaganda dengan menyebarkan kebohongan berulang kali, berharap masyarakat kemakan kebohongannya dan menganggap kebohongan mereka sebagai kebenaran. Padahal, apa yang disampaikan di persidangan, itulah fakta sebenarnya. Dan, tak ada yang bisa mereka bantah ketika saksi fakta kami membongkar kebohongan yang mereka bangun selama ini," pungkas Herzaky. [Carlos Roy Fajarta]
(muh)
Lihat Juga :