Meski Konflik 3 Harimau di Solok Dinyatakan Tuntas, BKSDA Sumbar Tetap Pasang Kamera Trap
Kamis, 14 Oktober 2021 - 10:47 WIB
loading...
A
A
A
baca juga: Sindikat Perdagangan Kulit Harimau di Riau Terungkap, 4 Pelaku Ditangkap Termasuk Wanita
Sampai saat ini, BKSDA Sumbar juga tetap melakukan edukasi sekaligus peningkatan kewaspadaan, seperti tidak membiarkan ternak di pinggir hutan, atau imbauan agar pulang dari ladang sebelum gelap/ “Terus dilakukan melalui monitoring dan komunikasi kepada aparat desa/nagari serta miminta warga membuat meriam karbit dari bambu,” tandas Ardi.
Sekadar diketahui, pada September lalu, warga Nagari Persiapan Balun Pakan Rabaa Tangan, Kecamatan Koto Parit Gadang Diatas (KPGD), Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, dibuat gelisah dengan kemunculan tiga ekor harimau Sumatera.
Kejadian itu berawal dari keterangan salah seorang warga setempat, Randi Risno, yang juga merupakan Kepala Jorong (dusun) Sungai Ipuh. Dirinya mengaku melihat satwa langka itu pertama kali pada 2 September 2021 saat pergi ke ladang.
baca juga: Sempat Diobati, Nyawa Harimau Sumatera yang Ditemukan Sakit Tak Tertolong
Kemudian, pada 20 September seorang warga lain yg bernama Jul Masri (46) bersama istrinya saat pulang dari kebun dikejutkan oleh penampakan harimau Sumatera di pinggir sungai batang Suliti. Lalu, pada 23 September 2021 seorang lansia bernama Erjon bersama tiga cucunya, juga melihat penampakan satwa liar jenis harimau Sumatera di lokasi yang tidak berjauhan dari lokasi penampakan oleh Jul Masri.
Sampai saat ini, BKSDA Sumbar juga tetap melakukan edukasi sekaligus peningkatan kewaspadaan, seperti tidak membiarkan ternak di pinggir hutan, atau imbauan agar pulang dari ladang sebelum gelap/ “Terus dilakukan melalui monitoring dan komunikasi kepada aparat desa/nagari serta miminta warga membuat meriam karbit dari bambu,” tandas Ardi.
Sekadar diketahui, pada September lalu, warga Nagari Persiapan Balun Pakan Rabaa Tangan, Kecamatan Koto Parit Gadang Diatas (KPGD), Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, dibuat gelisah dengan kemunculan tiga ekor harimau Sumatera.
Kejadian itu berawal dari keterangan salah seorang warga setempat, Randi Risno, yang juga merupakan Kepala Jorong (dusun) Sungai Ipuh. Dirinya mengaku melihat satwa langka itu pertama kali pada 2 September 2021 saat pergi ke ladang.
baca juga: Sempat Diobati, Nyawa Harimau Sumatera yang Ditemukan Sakit Tak Tertolong
Kemudian, pada 20 September seorang warga lain yg bernama Jul Masri (46) bersama istrinya saat pulang dari kebun dikejutkan oleh penampakan harimau Sumatera di pinggir sungai batang Suliti. Lalu, pada 23 September 2021 seorang lansia bernama Erjon bersama tiga cucunya, juga melihat penampakan satwa liar jenis harimau Sumatera di lokasi yang tidak berjauhan dari lokasi penampakan oleh Jul Masri.
(ymn)
Lihat Juga :