Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045, Doni Monardo: Stunting Harus Ditumpas

Minggu, 10 Oktober 2021 - 03:25 WIB
loading...
Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045, Doni Monardo: Stunting Harus Ditumpas
Diskusi Action Against Stunting Hub (AASH) yang digelar secara virtual, Sabtu (9/10/2021). Foto: MNC Portal/Dimas Khoirul
A A A
JAKARTA - Seluruh elemen masyarakat baik pemerintah maupun swasta diajak untuk terus menggenjot penumpasan stunting . Hal ini penting untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Perlu Kolaborasi Semua Elemen dalam Mengatasi Stunting di Indonesia

Kondisi pandemi Covid-19 diperkirakan meningkatkan jumlah anak stunting di dunia. Oleh karena itu, pencegahan dan penurunan stunting memerlukan penanganan interdisiplin serta keterlibatan berbagai pihak. Stunting adalah gagal tumbuh akibat akumulasi ketidakcukupan zat gizi yang berlangsung lama dari kehamilan sampai usia 24 bulan.

Mantan Kepala BNPB Letjen TNI (Purn) Doni Monardo yang saat ini menjadi pembina Yayasan Kita Jaga, mengatakan, untuk membentuk Indonesia Emas, kesehatan harus memastikan kualitas lingkungan baik. Untuk menumpas stunting, perlu kerja bersama. Termasuk dengan menjaga sumber mata air dan menggerakkan konsumsi pangan lokal dan protein hewani.

Baca juga: Indonesia Emas 2045, AHY: Optimistis Boleh, Membumi Harus

"Sejumlah hal yang ada di depan mata kita belum optimal, pertama masalah sumber air. Mari menjaga sumber air, maka kita membantu mengentaskan masalah stunting," ujar mantan Kepala BNPB Letjen TNI (Purn) Doni Monardo yang saat ini menjadi pembina Yayasan Kita Jaga, dalam acara Action Against Stunting Hub (AASH) yang digelar secara virtual, Sabtu (9/10/2021).

Menurut dia, hal lain yang harus digerakkan adalah konsumsi pangan lokal dan protein hewani. Protein hewani juga menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk tubuh dan otak manusia yang baik.

"Di negara kita potensi ikan 12,5 juta ton. Kemudian dilihat dari konsumsi ikan di negara kita jauh lebih rendah dibanding dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Center for Food and Nutrition (SEAMEO RECFON) Muchtaruddin Mansyur mengatakan, Action Against Stunting Day terus digencarkan untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Hal ini sesuai dengan target SGDs untuk menghapus semua masalah gizi buruk, khususnya stunting.

Dia sepakat, untuk mencapai target penumpasan stunting, seluruh elemen bangsa, baik pemerintah maupun non pemerintah, harus saling berkolaborasi. "Pengambil kebijakan, akademisi, polisi, pebisnis, dan organisasi juga harus masif ikut menyuarakan isu penumpasan permasalah stunting," tandasnya.
(thm)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1733 seconds (10.101#12.26)