Temu Karya Nasional, Mendagri Serukan Optimisme Wujudkan Indonesia Emas 2045
Selasa, 08 Oktober 2024 - 22:59 WIB
loading...
Mendagri Tito Karnavian menghadiri Temu Karya Nasional yang dirangkaikan dengan Penganugerahan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tahun 2024 di Gedung Ksirarnawa Art Center, Kota Denpasar, Bali, Selasa (8/10/2024). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyerukan seluruh pihak untuk optimistis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Hal ini lantaran beberapa lembaga internasional menyebutkan Indonesia berpotensi menjadi salah satu negara terbesar di dunia pada 2045.
“Saya mengajak rekan-rekan untuk optimistis tentang prediksi para ahli termasuk lembaga-lembaga internasional kredibel itu. Kita ingin menjadi negara nomor empat termaju di dunia,” ujar Mendagri saat menghadiri Temu Karya Nasional yang dirangkaikan dengan Penganugerahan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tahun 2024 di Gedung Ksirarnawa Art Center, Kota Denpasar, Bali, Selasa (8/10/2024).
Menurut dia, itu bisa terwujud jika seluruh elemen pemerintahan, mulai dari pusat hingga desa bekerja sama. Terlebih, sistem desentralisasi yang diterapkan Indonesia memberikan ruang bagi setiap daerah untuk berkontribusi dalam pembangunan.
“Semua harus bekerja, memiliki visi dan keyakinan yang sama. Karena itulah rekan-rekan saya melihat bahwa acaranya menjadi sangat penting,” katanya.
Tito juga menekankan pentingnya pemberian penghargaan dan sanksi yang objektif kepada daerah-daerah. “Saya prinsip dasar, stick and carrot. Berikan punishment ketika tidak baik. Berikan reward ketika baik,” ujarnya.
“Saya mengajak rekan-rekan untuk optimistis tentang prediksi para ahli termasuk lembaga-lembaga internasional kredibel itu. Kita ingin menjadi negara nomor empat termaju di dunia,” ujar Mendagri saat menghadiri Temu Karya Nasional yang dirangkaikan dengan Penganugerahan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tahun 2024 di Gedung Ksirarnawa Art Center, Kota Denpasar, Bali, Selasa (8/10/2024).
Menurut dia, itu bisa terwujud jika seluruh elemen pemerintahan, mulai dari pusat hingga desa bekerja sama. Terlebih, sistem desentralisasi yang diterapkan Indonesia memberikan ruang bagi setiap daerah untuk berkontribusi dalam pembangunan.
“Semua harus bekerja, memiliki visi dan keyakinan yang sama. Karena itulah rekan-rekan saya melihat bahwa acaranya menjadi sangat penting,” katanya.
Tito juga menekankan pentingnya pemberian penghargaan dan sanksi yang objektif kepada daerah-daerah. “Saya prinsip dasar, stick and carrot. Berikan punishment ketika tidak baik. Berikan reward ketika baik,” ujarnya.
Lihat Juga :