Moderasi Beragama di Kampus

Sabtu, 09 Oktober 2021 - 06:55 WIB
loading...
A A A
Jika konten buku-buku SI sekadar pemaparan normatif, maka dikhawatirkan, selain eksistensi perkembangan intelektualitas keagamaan bakal jalan di tempat, juga bisa mendorong mahasiswa digelayuti kejumudan, kejenuhan. Maka, buku-buku keagamaan di kampus mesti mendapat perhatian besar: sejauh mana buku-buku tersebut masih bisa menjaga mahasiswa berada di rel. Jangan sampai buku-buku SI menumbuhkan ekstremisme, misalnya.

Berdasar itu, paparan buku SI mesti menyorongkan jawaban atau ikut berupaya meng-counter corak-corak paham radikal. Selain tentunya memaparkan kajian Alquran dan Hadis, konten buku-buku SI juga perlu kiranya menjelaskan kerangka teoritik bahwa ajaran agama tidak lagi hanya bisa dilihat melalui satu-dua keilmuan (halaman: 175). Menafsirkan Alquran selain harus mumpuni bersastra Arab dan keilmuan agama, juga sudah waktunya melibatkan keilmuan lain macam sosiologi, psikologi, antropologi.

baca juga: Resensi Buku Lagi Probation: Menikmati Susahnya Mencari Kerja


Dari tamsil semacam ini, kiranya mahasiswa bakal menyimpulkan bahwa tidak sembarang orang bisa menjadi ustaz, dai, penceramah. Sehingga, mahasiswa tidak lekas mudah melabelkan seseorang menjadi panutan beragama sekadar cakap bicara dan berbusana “religi”. Pun, menjadikan mahasiswa menyadari bahwa agama tidak bisa disejajarkan layaknya ilmu eksakta. Mengapa? Lantaran agama bersifat luwes dan lentur. Agama menyediakan seribu pintu, seribu tafsiran. Dengan kata lain, masuk melewati pintu A, tidak berarti keliru; sementara pintu B teranggap paling sahih. Bahkan, seribu pintu tersebut bisa dianggap sebagai keseluruhan “kebenaran”.

baca juga: Sekjen INASGOC Luncurkan Buku The Art of Asian Games: Great Team, Great Leader


Penekanan tersebut kiranya terbilang tepat bila dikaitkan untuk meredam bibit ekstremisme yang bertipologi memandang sebuah ayat/dalil berdasar apa yang tertulis, tekstualis. Terpenting lagi kandungan buku-buku mata kuliah SI selayaknya menyorongkan kemampuan mahasiswa menangkap esensi ajaran Islam berupa kemudahan dalam menjalani praktik beragama dan selalu mengedepankan keluhuran budi (halaman: 44).

Kehadiran buku Pengantar Studi Islam ini, selain sebagai referensi mahasiswa mengambil mata kuliah SI, senyatanya turut menguar pentingnya moderasi beragama; kala agama tidak dimonopoli oleh pemahaman satu mazhab/firqah. Nilai-nilai keberagaman itulah yang mestinya akan memunculkan sikap penghormatan satu sama lain. Walhasil, prinsip yang mesti dipegang seorang mahasiswa adalah tidak merasa mazhabnya/aliran keagamaannya/ormasnya menjadi paling benar sembari menyalahkan corak keberagamaan pihak lain.

baca juga: Kamu Merasa Cowok Fashionable? 5 Buku Ini Wajib Dibaca!

Pembabakan penting buku ini juga menibakan pemahaman atas transmisi keilmuan (sanad). Dengan kata lain, tidak tepat bila studi keislaman dimaknai belajar langsung dari Alquran dan Hadis. Butuh seperangkat dan aneka keilmuan yang menyertainya. Pun, peranan ilmuwan muslim (ulama) itu sendiri sebagai rantai transmisi dari Nabi Muhammad Saw hingga hari ini. Walhasil, bakal kontraproduktif manakala bercakap-paham Islam sekadar dari kegiatan membaca terjemahan Alquran maupun Hadis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Melihat Koleksi Buku...
Melihat Koleksi Buku Presiden Prabowo di Perpustakaan Pribadinya: Sejarah Perang hingga Filsafat
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Galang Dana lewat Jual Buku
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Mengelola Sawit untuk...
Mengelola Sawit untuk Indonesia yang Kuat
Mengenal System Shift,...
Mengenal System Shift, Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia
Mudiruna, Kisah Ulama...
Mudiruna, Kisah Ulama Cahaya dari Rumah Sederhana
Perkuat Literasi Anak...
Perkuat Literasi Anak Indonesia, Cerita Rakyat dan Kisah Teladan Hadir dalam Format Digital
HUT ke-27 PNM, Ribuan...
HUT ke-27 PNM, Ribuan Buku Hadirkan Semangat Literasi bagi Anak-anak Pelosok
Buku “Misi untuk Raka”...
Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
Rekomendasi
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan Kejagung, Pimpinan DPR Singgung Asas Kesetaraan
DJP Libatkan Babinsa...
DJP Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Wajib Pajak, DPR: Jangan Ada Kesan Menakut-nakuti
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran...
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran Etik KPU Terkait Pencalonan Jokowi sebagai Kepala Daerah dan Presiden
Gelar Festival Literasi...
Gelar Festival Literasi Islam, Kemenag: Ada Wakaf Al Qur'an dan Cek Kesehatan Gratis
Polda Metro Mulai Selidiki...
Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI Terhadap Hotman Paris soal Ucapan Lu Punya Otak Gak? ke Wartawan
57% Generasi Produktif...
57% Generasi Produktif di Pemilu 2029, Perindo Dorong Sinergi KPU dan Partai Perkuat Pendidikan Pemilih
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved