Bergerak: Jawa dan Suriname
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 05:35 WIB
loading...
A
A
A
baca juga: Portal A Gama, 'Menggagahi Warisan, Menggilai Siborg'
Kita membuka buku berjudul Bunga Rampai: Dari Suriname ke Tongar (1989) susunan SM Hardjo. Di situ, terbaca: “Laporan secara lisan menyatakan bahwa tanggal 4 Januari 1954, dengan penghormatan oleh beribu-ribu bangsa Indonesia di Suriname, yang berdatangan dari segala penjuru serta penduduk Paramaribo, yang berjubel-jubel di pinggiran jalan dekat dermaga, berangkatlah KM Langkuas membawa penumpangnya yang terdiri dari 1000 itu, perlahan-lahan meninggalkan demarga Paramaribo.” Belasan hari, orang-orang itu sulit menahan kangen untuk lekas tiba di Indonesia. “Tanggal 5 Februari 1954, tibalah rombongan repatrian dari Suriname itu di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang,” tulis SM Hardjo.
baca juga: Mencari Makna Kebahagiaan dari Novel 'I Saw the Same Dream Again'
Adegan agak sedih tercantum dalam novel Koko Hendri Lubis: “Aku teringat semua orang yang kukenal di Suriname. Aku memandang ke seberang Plata Broki, apakah masih ada yang bisa kukenal. Terutama pada tahun-tahun terakhir sebelum 5 Januari 1954.” Perjalanan menuju tanah asal setelah memiliki lakon-lakon di Suriname. Begitu.
Judul : Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname
Penulis : Koko Hendri Lubis
Penerbit : Diva Press
Cetak : 2021
Tebal : 172 halaman
ISBN : 978 602 3918 838 6
Kita membuka buku berjudul Bunga Rampai: Dari Suriname ke Tongar (1989) susunan SM Hardjo. Di situ, terbaca: “Laporan secara lisan menyatakan bahwa tanggal 4 Januari 1954, dengan penghormatan oleh beribu-ribu bangsa Indonesia di Suriname, yang berdatangan dari segala penjuru serta penduduk Paramaribo, yang berjubel-jubel di pinggiran jalan dekat dermaga, berangkatlah KM Langkuas membawa penumpangnya yang terdiri dari 1000 itu, perlahan-lahan meninggalkan demarga Paramaribo.” Belasan hari, orang-orang itu sulit menahan kangen untuk lekas tiba di Indonesia. “Tanggal 5 Februari 1954, tibalah rombongan repatrian dari Suriname itu di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang,” tulis SM Hardjo.
baca juga: Mencari Makna Kebahagiaan dari Novel 'I Saw the Same Dream Again'
Adegan agak sedih tercantum dalam novel Koko Hendri Lubis: “Aku teringat semua orang yang kukenal di Suriname. Aku memandang ke seberang Plata Broki, apakah masih ada yang bisa kukenal. Terutama pada tahun-tahun terakhir sebelum 5 Januari 1954.” Perjalanan menuju tanah asal setelah memiliki lakon-lakon di Suriname. Begitu.
Judul : Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname
Penulis : Koko Hendri Lubis
Penerbit : Diva Press
Cetak : 2021
Tebal : 172 halaman
ISBN : 978 602 3918 838 6
(ymn)
Lihat Juga :