Gelombang Tinggi Ancam Sejumlah Wilayah, BMKG Imbau Aktivitas Pelayaran Waspada
Kamis, 07 Oktober 2021 - 07:34 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian tekanan angin rendah 1004 hPa terpantau di Laut China Selatan. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari selatan-barat dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot.
Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari timur-Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 8-20 knot. Sejumlah wilyah dengan gelombang rendah terjadi di perairan barat Aceh, Selat Malaka bagian utara Selat Sumba, bagian barat Perairan Pulau Sawu-Rote, Laut Sawu, perairan selatan Pulau Flores, Selat Sape, bagian selatan Selat Ombai, perairan Kepulauan Natuna dan Anambas, Selat Makasar, bagian selatan perairan Kepulauan Talaud, Laut Maluku, bagian utara perairan utara Halmahera, perairan utara Papua, Laut Arafuru, Samudera Pasifik Utara, Halmahera, hingga Papua.
Dengan kondisi tersebut, BMKG meminta agar sejumlah pelayaran dilakukan secara hati-hati. BMKG mengingatkan agar perahu kapal tongkang, kapal Ferry dan kapal kargo untuk tetap memperhatikan kecepatan. Baca juga: Tangkal Radikalisme, TNI AL-Masjid Istiqlal Jalin Kerja Sama Pelatihan Perwira Rohani
"Kapal nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m)," tulis BMKG.
Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari timur-Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 8-20 knot. Sejumlah wilyah dengan gelombang rendah terjadi di perairan barat Aceh, Selat Malaka bagian utara Selat Sumba, bagian barat Perairan Pulau Sawu-Rote, Laut Sawu, perairan selatan Pulau Flores, Selat Sape, bagian selatan Selat Ombai, perairan Kepulauan Natuna dan Anambas, Selat Makasar, bagian selatan perairan Kepulauan Talaud, Laut Maluku, bagian utara perairan utara Halmahera, perairan utara Papua, Laut Arafuru, Samudera Pasifik Utara, Halmahera, hingga Papua.
Dengan kondisi tersebut, BMKG meminta agar sejumlah pelayaran dilakukan secara hati-hati. BMKG mengingatkan agar perahu kapal tongkang, kapal Ferry dan kapal kargo untuk tetap memperhatikan kecepatan. Baca juga: Tangkal Radikalisme, TNI AL-Masjid Istiqlal Jalin Kerja Sama Pelatihan Perwira Rohani
"Kapal nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m)," tulis BMKG.
(kri)
Lihat Juga :