Kehilangan Rp44 Triliun di 2020, Pelaku Usaha Pameran Siap Bangkit

Selasa, 05 Oktober 2021 - 09:16 WIB
loading...
A A A
Dia menambahkan, yang perlu dipahami bersama adalah dalam pelaksanaan kegiatan pertunjukan saat ini dan ke depan tidak bisa kembali seperti sebelum Covid-19 karena adanya pandemi. Karena itu diperlukan kerja sama banyak pihak untuk memahami dan menerapkan aturan yang ada. Menurutnya, penyelenggara acara besar semua paham risiko sehingga meminta adanya tes swab antigen sebelum acara untuk menghindari risiko lebih besar.

“Misal seluruh yang masuk ke area kegiatan wajib tes swab atau minimal tes antigen. Dalam aturan CHSE itu wajib. Kemudian dilihat kalau ada yang positif kemudian ditempatkan berbeda dan tindak lanjut PCR serta tidak boleh masuk area,” tegasnya.

Mengenai pengawasan, menurut Rizky, kewenangan tersebut tidak ada di Kemenparekraf. Biasanya untuk pengawasan ketika acara berlangsung dilakukan oleh sebuah konsultan yang dipekerjakan oleh penyelenggara.

Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi B Sukamdani menyatakan, sebenarnya pelaku industri perhotelan dan restoran sudah sangat siap jika pemerintah kembali memberikan izin penyelenggaraan kegiatan berskala besar.

Bahkan, kata Hariyadi, selama ini pelaku industri perhotelan dan restoran juga telah mematuhi dan melaksanakan prokes secara ketat dan disiplin, baik pengelola, pegawai maupun para pengunjung/konsumen yang datang.

Hanya saja, menurut dia, yang belum terlalu siap adalah kebijakan umum pemerintah seperti vaksinasi, testing, dan tracing. "Kalau kita sudah sangat siap. Yang membuat kita agak mengerem itu kan kalau berkaitan dengan kebijakan umum pemerintah tadi, ya kaitannya sama vaksinnya, tracing-nya, dan aplikasi PeduliLindungi juga baru mulai diwajibkan dipakai. Jadi dari kita sebagai venue dari kapan-kapan juga sudah siap," tegas Hariyadi saat dihubungi KORAN SINDO di Jakarta, Sabtu (2/10).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) itu sepakat bahwa kebijakan pemerintah memberikan izin penyelenggaraan kegiatan berskala besar bisa membuat ekonomi bergeliat dan memacu pertumbuhan ekonomi.

Para pelaku industri bisa membuka dan menyelenggarakan event besar tentu dengan persiapan yang bagus dan matang. Lebih dari itu Hariyadi menyarankan agar pemerintah juga mendorong peningkatan pelaksanaan vaksinasi dan testing di setiap daerah.Dari sisi tracing, pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi juga harus benar-benar diperhatikan pemerintah dari sisi kualitasnya.

"Pemerintah juga harus memperbaiki dan meningkatkan kualitas aplikasi PeduliLindungi, kan sering error juga. Karena banyak komplain, kadang-kadang aplikasi itu ngedrop. Sebaiknya itu diantisipasi. Karena kalau event besar, kalau sampai ngedrop, kita yang di lapangan pusing. Orang bisa antre panjang saat masuk, itu kan bisa jadi masalah juga," ujarnya.

Hariyadi membeberkan, ada beberapa aspek kesiapan yang telah dan terus dilaksanakan industri perhotelan dan restoran. Pertama, dari sisi sumber daya manusia, yakni personel atau karyawan disertai penerapan prokes secara berkesinambungan. Kedua, penerapan dan pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi, tes antigen, dan penerapan prokes secara konsisten.

Bahkan dia mengklaim, untuk pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi sebenarnya PHRI termasuk pihak yang pertama kali mengusulkan penggunaan aplikasi tersebut kepada Kementerian Kominfo.

“IT head-nya saya kenal itu. Jadi awal itu kita dukung, kira-kira sejak bulan Juli 2020. Waktu kita bilang, tracing akan efektif kalau semuanya menggunakan satu aplikasi yang sama, begitu loh. Jadi ketika pemerintah apa, oke kita langsung jalan," ucap dia.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dirjen Imigrasi Minta...
Dirjen Imigrasi Minta Rencana Perluasan Bebas Visa Ditinjau Kembali
Kemendagri Gelar Pameran...
Kemendagri Gelar Pameran Batik Guna Perkuat Nilai Kebinekaan pada Generasi Muda
Prabowo Ingin Perbanyak...
Prabowo Ingin Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia
Indonesia Gelar MAX...
Indonesia Gelar MAX 2026, Pameran Bahari Berskala Internasional di Balai Kartini
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Pariwisata Indonesia, IPTI di Jaktim Cetak SDM Berkualitas
Pariwisata Penghasil...
Pariwisata Penghasil Devisa, Prabowo Soroti Kota Kumuh
House And Vox Indonesia...
House And Vox Indonesia Ramaikan IIFEX EASTFOOD 2026, Hadirkan Inovasi Produk dan Cooking Demo
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
Limp Bizkit Pilih Malaysia...
Limp Bizkit Pilih Malaysia Jadi Satu-satunya Tempat Konser di Asia, Fans Indonesia Bisa Merapat
Rekomendasi
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Sambut HUT Jakarta,...
Sambut HUT Jakarta, Ratusan Sispala Ikuti Lomba Dayung di BKT Jaktim
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Berita Terkini
5 Peserta Meninggal...
5 Peserta Meninggal Dunia, Kemhan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
5 Peserta SPPI Meninggal...
5 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil, Ini Kronologi Tiap Kasus
Bareskrim: Alamat Server...
Bareskrim: Alamat Server Judi Online Hayam Wuruk di Brasil, China, hingga Vietnam
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved