Kasus Nurhadi, KPK Watch Indonesia Harap Hakim Datang Jika Dipanggil

Senin, 04 Oktober 2021 - 12:20 WIB
loading...
Kasus Nurhadi, KPK Watch...
Hakim MA diharapkan koorperatif jika dipanggil KPK terkait kasus dugaan korupsi yang menyeret Nurhadi. Diharapkan kehadiran mereka bisa menguak kasus ini secara tuntas. Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Hakim Mahkamah Agung (MA) diharapkan koorperatif jika dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi yang menyeret Nurhadi . Diharapkan kehadiran mereka bisa menguak kasus ini secara tuntas.

Panggilan bisa terkait klarifikasi isu adanya pertemuan Nurhadi dengan para hakim sebelum mantan sekretaris MA itu divonis bersalah. "MA jangan menutup diri malah harus membuktikan bahwa isu itu tidak benar. Gentlemen hadir memenuhi panggilan penyidik," kata Direktur KPK Watch Indonesia M. Yusuf Sahide melalui layanan pesan, Senin (4/10/2021). Baca juga: Tok! Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya Divonis 6 Tahun Penjara

Menurut dia, KPK sudah memanggil 6 hakim MA dalam mengusut dugaan suap yang menyeret Nurhadi. Namun belum semua hadir. "Ada enam Hakim Agung yang sudah dipanggil, tiga meminta penjadwalan ulang," tutur dia.

Yusuf mengatakan, para hakim pada dasarnya wajib menjaga profesionalisme. Mereka tidak boleh menggelar pertemuan dengan Nurhadi sebelum berstatus tersangka dalam kasus suap. "Secara etis dan menjaga kewibawaan dan kehormatan hakim, tidak boleh bertemu dengan tersangka apalagi pertemuan tertutup di luar kedinasan," bebernya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Yusril Sebut KPK Bisa...
Yusril Sebut KPK Bisa Ambil Alih Perkara Febrie Adriansyah
Mantan Wakapolri Oegroseno...
Mantan Wakapolri Oegroseno Dipanggil soal Dugaan Korupsi Lahan, Kortastipikor: Masih Penyelidikan
Polisi Ungkap Dugaan...
Polisi Ungkap Dugaan Korupsi Proyek Pengadaan Batu Bara, 3 Orang Jadi Tersangka
Tangani Kasus Febrie,...
Tangani Kasus Febrie, Kejagung Diminta Transparan dan Bebas dari Konflik Kepentingan
Kejagung: Febrie Adriansyah...
Kejagung: Febrie Adriansyah Baru Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Asabri
Usai Diperiksa Kejagung...
Usai Diperiksa Kejagung sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
PASTI Indonesia Minta...
PASTI Indonesia Minta KPK Soroti Pengelolaan PDRD Raja Ampat Tahun 2025
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang
Rekomendasi
Pengetatan Standar Migrasi...
Pengetatan Standar Migrasi BPA Galon Polikarbonat Dipertanyakan, Pakar: Perlu Ada Studi
Kemendikdasmen Siapkan...
Kemendikdasmen Siapkan Lulusan SMK Hadapi Era Robotika, Prospek Karier Menjanjikan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Yusril Soroti Penerapan KUHAP Baru
Yusril Sebut KPK Bisa...
Yusril Sebut KPK Bisa Ambil Alih Perkara Febrie Adriansyah
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Diminta Diusut Tuntas, Publik Diminta Mengawal
Penampakan Bupati Lombok...
Penampakan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Tiba di KPK usai Terjaring OTT
Dosen UGM Kena Doxing...
Dosen UGM Kena Doxing usai Komentari Mutasi ASN Kementerian PU, Dody Hanggodo Bersumpah Tak Tahu
Menhut Raja Juli Irit...
Menhut Raja Juli Irit Bicara saat Dicecar Wartawan soal KPK, Hanya Ucapkan Terima Kasih
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved