Rumor Yusril Terima Rp100 Miliar, Kubu Moeldoko Mengaku Tak Sanggup Bayar Segitu
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 21:29 WIB
loading...
A
A
A
"Tentang keterlibatan Pak Yusril, Pak Yusril dengan kita berteman, saya dari akademisi kebetulan juga dosen, saya kebetulan banyak teman-teman alumni dari Undip, kebetulan saya S3 doktor, dan saya luas berteman dengan Pak Yusril. Saya dengan teman-teman berempat ngobrol, sharing-sharing biasa sebenarnya, terus kita ngomong bagaimana bapak kita seperti ini, kita prihatin dengan kondisi Partai Demokrat," jelasnya.
"Akhirnya dari beliau (Yusril) silakan kalau mau teman-teman bagaimana, kita rembukan, kita rundingkan. Terus saya menyampaikan tapi kita tidak bisa bayar karena Prof sangat luar biasa terkenalnya, kita khawatir. Enggak apa-apa kita berteman ayo. Jadi seperti itu," imbuhnya. Baca juga: Yusril Ihza Mahendra, Penulis Naskah Pidato Pak Harto, Mensesneg Era SBY Kini Menggugat AD/ART Demokrat
Lebih lanjut, Ayu pun membantah terkait fee mencapai Rp100 miliar untuk Yusril Mahendra. "Jadi kalau rumor yang mengatakan di luar sampai Rp100 miliar kita sampai enggak enak sendiri. Tapi kita ada hikmahnya ketemu Prof Yusril dengan kondisi seperti ini orang muncul dikira di belakang kita Pak Moeldoko, kan saya senang. Padahal Pak Moeldoko enggak ngerti apa-apa. Jadi kita jadi senang dan ditanggapi dan seluruh Indonesia bisa tahu tentang JR (Judical Review) ini," tutupnya.
"Akhirnya dari beliau (Yusril) silakan kalau mau teman-teman bagaimana, kita rembukan, kita rundingkan. Terus saya menyampaikan tapi kita tidak bisa bayar karena Prof sangat luar biasa terkenalnya, kita khawatir. Enggak apa-apa kita berteman ayo. Jadi seperti itu," imbuhnya. Baca juga: Yusril Ihza Mahendra, Penulis Naskah Pidato Pak Harto, Mensesneg Era SBY Kini Menggugat AD/ART Demokrat
Lebih lanjut, Ayu pun membantah terkait fee mencapai Rp100 miliar untuk Yusril Mahendra. "Jadi kalau rumor yang mengatakan di luar sampai Rp100 miliar kita sampai enggak enak sendiri. Tapi kita ada hikmahnya ketemu Prof Yusril dengan kondisi seperti ini orang muncul dikira di belakang kita Pak Moeldoko, kan saya senang. Padahal Pak Moeldoko enggak ngerti apa-apa. Jadi kita jadi senang dan ditanggapi dan seluruh Indonesia bisa tahu tentang JR (Judical Review) ini," tutupnya.
(kri)
Lihat Juga :