Pertukaran Mahasiswa Merdeka dan Komitmen Menjaga Warisan Budaya Nusantara
Jum'at, 01 Oktober 2021 - 11:16 WIB
loading...
A
A
A
Mengutip jurnal yang ditulis oleh Dr. Agnes Setyowati, Dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Pakuan, Bogor, menyatakan Kebudayaan ada di tengah masyarakat, terefleksikan melalui tingkah laku, dan dipelajari melalui interaksi sosial yang kompleks. Manifestasinya terejawantahkan dalam bentuk kesenian, cara berpikir, kuliner, hasil karya kerajinan, bangunan, dan lain-lain.
Kebudayaan juga dapat dimaknai sebagai seni hidup (the art of living) atau kehidupan sosial manusia (human social life) yang merupakan hasil dari interaksi sesama manusia sebagai individu atau kelompok. Karena kebudayaan bersifat "dipelajari", artinya kebudayaan perlu terus digaungkan, diturunkan, dikomunikasikan dan diajarkan oleh masyarakat kepada generasi berikutnya. Jika tidak, bukan tidak mungkin suatu kebudayaan akan punah secara perlahan dan tergantikan oleh kebudayaan lain.
Mencermati kutipan teori akademis di atas, kemudian menjadi tantangan bagi setiap kita anak bangsa dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan nusantara yang maha beragam ini. Peran generasi muda sangat diperlukan dalam konteks ini. Mengapa harus pemuda?
Karena sejarah pergulatan bangsa ini mencatat pemuda memiliki peran penting dalam membentuk dan menjaga keberlangsungan NKRI. Di tangan pemudalah masa depan kebudayaan akan ditentukan. Faktor lainnya adalah karena pemuda selalu identik dengan gagasan dan kreativitasnya yang tinggi, inovatif, kolaboratif, idealis, memiliki etos kerja pengabdian yang tinggi, serta potensial mampu menjadi agent of change dalam membangun peradaban bangsa.
Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berkolaborasi semakin memperluas ruang lingkup dan sasaran untuk program-program yang dilakukan oleh LPDP. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) seperti dikutip dari kompas.com, 23 April 2021 mengatakan kolaborasi Kemendikbud dan LPDP ini akan semakin memperkuat tujuan bersama sesuai dengan arahan Presiden RI untuk mencapai Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.
Ada empat program Kampus Merdeka yang didukung LPDP di tahun 2021, yaitu Kampus Mengajar, Magang dan Studi Independen Bersertifikat (microcredentials), Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA), serta Pertukaran Mahasiswa Merdeka.
Lebih spesifik untuk program pertukaran mahasiswa merdeka ini, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) dikutip dari berbagai media, menyebutkan melalui program ini, para mahasiswa bisa merasakan belajar di universitas lain. Misalkan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo bisa merasakan belajar di Universitas Gadjah Mada di Jogjakarta, begitu juga sebaliknya.
Kebudayaan juga dapat dimaknai sebagai seni hidup (the art of living) atau kehidupan sosial manusia (human social life) yang merupakan hasil dari interaksi sesama manusia sebagai individu atau kelompok. Karena kebudayaan bersifat "dipelajari", artinya kebudayaan perlu terus digaungkan, diturunkan, dikomunikasikan dan diajarkan oleh masyarakat kepada generasi berikutnya. Jika tidak, bukan tidak mungkin suatu kebudayaan akan punah secara perlahan dan tergantikan oleh kebudayaan lain.
Mencermati kutipan teori akademis di atas, kemudian menjadi tantangan bagi setiap kita anak bangsa dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan nusantara yang maha beragam ini. Peran generasi muda sangat diperlukan dalam konteks ini. Mengapa harus pemuda?
Karena sejarah pergulatan bangsa ini mencatat pemuda memiliki peran penting dalam membentuk dan menjaga keberlangsungan NKRI. Di tangan pemudalah masa depan kebudayaan akan ditentukan. Faktor lainnya adalah karena pemuda selalu identik dengan gagasan dan kreativitasnya yang tinggi, inovatif, kolaboratif, idealis, memiliki etos kerja pengabdian yang tinggi, serta potensial mampu menjadi agent of change dalam membangun peradaban bangsa.
Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berkolaborasi semakin memperluas ruang lingkup dan sasaran untuk program-program yang dilakukan oleh LPDP. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) seperti dikutip dari kompas.com, 23 April 2021 mengatakan kolaborasi Kemendikbud dan LPDP ini akan semakin memperkuat tujuan bersama sesuai dengan arahan Presiden RI untuk mencapai Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.
Ada empat program Kampus Merdeka yang didukung LPDP di tahun 2021, yaitu Kampus Mengajar, Magang dan Studi Independen Bersertifikat (microcredentials), Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA), serta Pertukaran Mahasiswa Merdeka.
Lebih spesifik untuk program pertukaran mahasiswa merdeka ini, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) dikutip dari berbagai media, menyebutkan melalui program ini, para mahasiswa bisa merasakan belajar di universitas lain. Misalkan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo bisa merasakan belajar di Universitas Gadjah Mada di Jogjakarta, begitu juga sebaliknya.
Lihat Juga :