Kesaksian Untung Mufreni Anak Jenderal Ahmad Yani: Kaki Bapak Diseret Seperti Binatang
Kamis, 30 September 2021 - 11:54 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Detik-detik Pasukan Sintong Panjaitan Lumpuhkan PKI, Senyap dan Secepat Kilat
Namun, anggota Pasukan Cakrabirawa tersebut tetap menolak keinginan Ahmad Yani. Penolakan tersebut membuat Ahmad Yani marah. Jenderal kelahiran 19 Juni 1922 tersebut itu kemudian memukul salah satu anggota Pasukan Cakrabirawa. Akibatnya, salah satu Pasukan Cakrabirawa tersebut terjatuh. Ahmad Yani kemudian masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaian.
Setelah Ahmad Yani menutup pintu, Untung mendengar suara tembakan. Lalu, Untung dan saudara-saudaranya keluar dari kamar. Sang ayah sudah bersimbah darah. Untung mencoba menolong sang ayah, tetapi tidak diizinkan oleh pasukan Cakrabirawa. Dia akhirnya kembali ke kamar.
Untung serta saudara-saudaranya hanya bisa melihat sang ayah yang telah meninggal dunia. Pasukan Cakrabirawa juga menyeret kaki Ahmad Yani seperti binatang. Untung mengatakan, dalam Film Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI, kaki ayahnya diseret namun badan diangkat sehingga kepala tidak membentur ubin dan batu di luar rumah.
Baca juga: Kesaksian Penggali Sumur Maut Lubang Buaya, Kelelahan sampai Ada yang Keracunan
"Kalau sebetulnya nggak begitu, Pak. Kakinya diseret seperti menyeret binatang, kok," kata Untung, dikutip dari YouTube iNews Magazine.
![Kesaksian Untung Mufreni Anak Jenderal Ahmad Yani: Kaki Bapak Diseret Seperti Binatang]()
Bekas tembakan di rumah Ahmad Yani. Foto/Dok Okezone
Namun, anggota Pasukan Cakrabirawa tersebut tetap menolak keinginan Ahmad Yani. Penolakan tersebut membuat Ahmad Yani marah. Jenderal kelahiran 19 Juni 1922 tersebut itu kemudian memukul salah satu anggota Pasukan Cakrabirawa. Akibatnya, salah satu Pasukan Cakrabirawa tersebut terjatuh. Ahmad Yani kemudian masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaian.
Setelah Ahmad Yani menutup pintu, Untung mendengar suara tembakan. Lalu, Untung dan saudara-saudaranya keluar dari kamar. Sang ayah sudah bersimbah darah. Untung mencoba menolong sang ayah, tetapi tidak diizinkan oleh pasukan Cakrabirawa. Dia akhirnya kembali ke kamar.
Untung serta saudara-saudaranya hanya bisa melihat sang ayah yang telah meninggal dunia. Pasukan Cakrabirawa juga menyeret kaki Ahmad Yani seperti binatang. Untung mengatakan, dalam Film Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI, kaki ayahnya diseret namun badan diangkat sehingga kepala tidak membentur ubin dan batu di luar rumah.
Baca juga: Kesaksian Penggali Sumur Maut Lubang Buaya, Kelelahan sampai Ada yang Keracunan
"Kalau sebetulnya nggak begitu, Pak. Kakinya diseret seperti menyeret binatang, kok," kata Untung, dikutip dari YouTube iNews Magazine.

Bekas tembakan di rumah Ahmad Yani. Foto/Dok Okezone
Lihat Juga :