Firli Bahuri: Ganyang Korupsi seperti Menumpas Bahaya Komunis
Kamis, 30 September 2021 - 11:35 WIB
loading...
Firli Bahuri yang merupakan Ketua KPK mengungkapkan, hari ini, kita kembali memperingati peristiwa berdarah, catatan kelam bagi republik ini, yakin G30S PKI. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Firli Bahuri yang merupakan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan, hari ini, bangsa kita kembali memperingati peristiwa berdarah yang menjadi catatan kelam bagi republik ini, yakin Gerakan 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia (G30S PKI).
Baca juga: Firli Bahuri Berpesan ke Parpol Apa Pun Warnanya, Harus Politik Integritas
Kata Firli Bahuri , dalam catatan sejarah, laten komunis yang dibiarkan dapat mengubah sikap, perilaku dan paradigma seseorang hingga kehilangan akal dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai manusia, hingga tega melakukan sesuatu hal yang keji dan pilu diluar batas pri kemanusiaan.
Baca juga: Ketua KPK Firli Bahuri: Proses Penangkapan dan Penahanan Azis Syamsuddin Sesuai Aturan
"Tidak sedikit nilai-nilai kehidupan yang dapat kita gali dari rentetan sejarah hitam ini, salah satunya cara menyikapi bahayanya suatu laten yang jelas bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan, agama, budaya, moral dan etika, namun dianggap sebagai kultur atau budaya bangsa sehingga menjadi hal biasa dan menjadi kebiasaan ditengah masyarakat Indonesia," kata Firli, Kamis (30/9/2021).
Baca juga: Firli Bahuri Berpesan ke Parpol Apa Pun Warnanya, Harus Politik Integritas
Kata Firli Bahuri , dalam catatan sejarah, laten komunis yang dibiarkan dapat mengubah sikap, perilaku dan paradigma seseorang hingga kehilangan akal dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai manusia, hingga tega melakukan sesuatu hal yang keji dan pilu diluar batas pri kemanusiaan.
Baca juga: Ketua KPK Firli Bahuri: Proses Penangkapan dan Penahanan Azis Syamsuddin Sesuai Aturan
"Tidak sedikit nilai-nilai kehidupan yang dapat kita gali dari rentetan sejarah hitam ini, salah satunya cara menyikapi bahayanya suatu laten yang jelas bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan, agama, budaya, moral dan etika, namun dianggap sebagai kultur atau budaya bangsa sehingga menjadi hal biasa dan menjadi kebiasaan ditengah masyarakat Indonesia," kata Firli, Kamis (30/9/2021).
Lihat Juga :