Pangkostrad: Foto-Foto Peristiwa 1965 Tersimpan Baik Agar Tak Lupa Pemberontakan PKI
Senin, 27 September 2021 - 21:58 WIB
loading...
Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdulrachman menyatakan foto-foto peristiwa 1965 masih tersimpan dengan baik di Makostrad agar bangsa Indonesia tak melupaan pemberontakan G30S/PKI. Foto/youtube
A
A
A
JAKARTA - Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman balik menuding pernyataan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang menyebut ada penyusupan PKI di tubuh TNI sebagai tudingan keji. Dia mengakui patung Jenderal TNI AH Nasution (Menko KSAB), Mayjen TNI Soeharto (Panglima Kostrad), dan Kolonel Inf Sarwo Edhie Wibowo (Komandan RPKAD) memang sudah tidak di Museum Darma Bhakti Kostrad.
Tetapi hal itu bukan karena pihaknya berupaya menghilangkan sejarah kelam pemberontakan PKI tahun 1965. Patung tersebut diambil kembali penggagasnya, yaitu Letjen TNI AY Nasution (Panglima Kostrad 2011-2012).
Lagi pula, bukti-bukti atau penanda peristiwa masa itu masih terawat dengan baik. ”Foto-foto peristiwa serta barang-barang milik Panglima Kostrad Mayjen TNI Soeharto saat peristiwa 1965 itu, masih tersimpan dengan baik di museum tersebut. Hal ini sebagai pembelajaran agar bangsa ini tidak melupakan peristiwa pemberontakan PKI dan terbunuhnya pimpinan TNI AD serta Kapten Piere Tendean,” tutur Dudung lewat pernyataan tertulis, Senin (27/9/2021) malam.
Baca juga: Gatot Nurmantyo Tuding Kostrad Disusupi PKI, Pangkostrad: Seharusnya Klarifikasi Dulu
Sebelumnya, Gatot Nurmantyo pada diskusi webinar bertema TNI vs PKI yang diselenggarakan Insan Cita pada Minggu (26/9/2021) malam menyampaikan pandangannya mengenai komunisme dan PKI.
”Memang benar sebagai organisasi PKI telah dibubarkan, sebagai ideologi juga sudah tidak laku. Tetapi jangan lupa keturunan mereka membawa dendam dan berupaya mengubah sejarah,” tutur Gatot dalam sebuah diskusi dengan KAHMI dikutip dari akun Youtube Kang Jana Tea, Senin (27/9/2021).
Menurut Gatot, kendati terus menyamarkan diri, gaya dan cara berpolitik PKI sangat mudah dikenali. Pertama, politik adu domba antara sesama anak bangsa, antara rakyat dengan pemeritah agar bisa menguasai Indonesia. Kedua, membuat propaganda agar masyarakat tidak percaya pada pemuka agama. ”Inilah yang disebut PKI gaya baru . Hanya TNI dan Umat Islam, rakyat keseluruhan yang bisa menghadapinya,” kata Gatot.
Tetapi hal itu bukan karena pihaknya berupaya menghilangkan sejarah kelam pemberontakan PKI tahun 1965. Patung tersebut diambil kembali penggagasnya, yaitu Letjen TNI AY Nasution (Panglima Kostrad 2011-2012).
Lagi pula, bukti-bukti atau penanda peristiwa masa itu masih terawat dengan baik. ”Foto-foto peristiwa serta barang-barang milik Panglima Kostrad Mayjen TNI Soeharto saat peristiwa 1965 itu, masih tersimpan dengan baik di museum tersebut. Hal ini sebagai pembelajaran agar bangsa ini tidak melupakan peristiwa pemberontakan PKI dan terbunuhnya pimpinan TNI AD serta Kapten Piere Tendean,” tutur Dudung lewat pernyataan tertulis, Senin (27/9/2021) malam.
Baca juga: Gatot Nurmantyo Tuding Kostrad Disusupi PKI, Pangkostrad: Seharusnya Klarifikasi Dulu
Sebelumnya, Gatot Nurmantyo pada diskusi webinar bertema TNI vs PKI yang diselenggarakan Insan Cita pada Minggu (26/9/2021) malam menyampaikan pandangannya mengenai komunisme dan PKI.
”Memang benar sebagai organisasi PKI telah dibubarkan, sebagai ideologi juga sudah tidak laku. Tetapi jangan lupa keturunan mereka membawa dendam dan berupaya mengubah sejarah,” tutur Gatot dalam sebuah diskusi dengan KAHMI dikutip dari akun Youtube Kang Jana Tea, Senin (27/9/2021).
Menurut Gatot, kendati terus menyamarkan diri, gaya dan cara berpolitik PKI sangat mudah dikenali. Pertama, politik adu domba antara sesama anak bangsa, antara rakyat dengan pemeritah agar bisa menguasai Indonesia. Kedua, membuat propaganda agar masyarakat tidak percaya pada pemuka agama. ”Inilah yang disebut PKI gaya baru . Hanya TNI dan Umat Islam, rakyat keseluruhan yang bisa menghadapinya,” kata Gatot.
Lihat Juga :