Sandiaga Uno Dorong UMKM Kembangkan Usaha Jamu di Era New Normal
Senin, 01 Juni 2020 - 18:20 WIB
loading...
A
A
A
Sandi juga mendorong investor tidak hanya berpikir soal angka, keuntungan, dan pencapaian saja, melainkan juga kelangsungan dunia usaha dalam negeri harus diperhitungkan karena dunia usaha pun bisa membantu membangun negeri sendiri. Menurutnya dengan investasi bisa menciptakan lapangan kerja. Lalu yang paling penting, investasi juga bisa mendorong masifnya produksi dalam negeri, terlebih Indonesia masih banyak bergantung pada bahan impor.
"Bisa ciptakan lapangan kerja juga. Lalu ingat, kita masih banyak produk bergantung ke pasar luar negeri. Kesempatan ada, maka kita harus investasi, kuatkan sisi produksi, pangan, dan industri sehingga kalau ada krisis kita bisa kuat dan sanggup menahan gejolak," jelas Sandi.
Sandi meyakini industri jamu bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi nasional. Jamu merupakan bagian dari kebudayaan dan kearifan lokal bangsa. Pengembangan industri jamu akan berdampak signifikan pada ekonomi lokal ketimbang suplemen atau vitamin pabrikan yang sebagian masih harus diimpor. Bahan jamu juga gampang dikembangkan, bisa dilakukan di mana-mana, seperti di pekarangan rumah.
Jamu diyakini bisa dikembangkan menjadi produk andalan ekonomi nasional yang dapat diekspor ke berbagai negara. Mantan Calon Wakil Presiden 2019 ini memprediksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan mengalami lonjakan omzet dengan berbisnis jamu. Dia bahkan mencontohkan seorang kolega UMKM yang omzet empon-emponnya melonjak dari biasanya Rp20 juta per bulan menjadi Rp100 juta saat pandemi. ”Kemudian saya kenal Pak Budi, pengusaha susu jahe di Jakarta Selatan, omzetnya juga naik 3-4 kali lipat,” jelasnya.
"Bisa ciptakan lapangan kerja juga. Lalu ingat, kita masih banyak produk bergantung ke pasar luar negeri. Kesempatan ada, maka kita harus investasi, kuatkan sisi produksi, pangan, dan industri sehingga kalau ada krisis kita bisa kuat dan sanggup menahan gejolak," jelas Sandi.
Sandi meyakini industri jamu bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi nasional. Jamu merupakan bagian dari kebudayaan dan kearifan lokal bangsa. Pengembangan industri jamu akan berdampak signifikan pada ekonomi lokal ketimbang suplemen atau vitamin pabrikan yang sebagian masih harus diimpor. Bahan jamu juga gampang dikembangkan, bisa dilakukan di mana-mana, seperti di pekarangan rumah.
Jamu diyakini bisa dikembangkan menjadi produk andalan ekonomi nasional yang dapat diekspor ke berbagai negara. Mantan Calon Wakil Presiden 2019 ini memprediksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan mengalami lonjakan omzet dengan berbisnis jamu. Dia bahkan mencontohkan seorang kolega UMKM yang omzet empon-emponnya melonjak dari biasanya Rp20 juta per bulan menjadi Rp100 juta saat pandemi. ”Kemudian saya kenal Pak Budi, pengusaha susu jahe di Jakarta Selatan, omzetnya juga naik 3-4 kali lipat,” jelasnya.
(cip)
Lihat Juga :