Mengenal Irjen Rudy Sufahriadi, Sosok di Balik Tewasnya Teroris Ali Kalora

Minggu, 19 September 2021 - 14:45 WIB
loading...
Mengenal Irjen Rudy...
Salah satu pucuk pimpinan dalam penangkapan Ali Kalora yang juga pimpinan kelompok MIT Poso adalah Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi yang juga memimpin Satgas Madago Raya. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Tewasnya pucuk pimpinan Teroris Poso Ali Ahmad alias Ali Kalora serta salah satu teroris Poso lainnya Jaka Ramadhan alias Ikrima alias Rama pada Sabtu (18/9/2021) menjadi angin segar bagi institusi Polri di tengah meredam aksi teror dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau teroris di Papua.

Salah satu pucuk pimpinan dalam penangkapan Ali Kalora yang juga pimpinan kelompok Mujahidin Indonesia timur (MIT) Poso adalah Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Pol Rudy Sufahriadi yang juga memimpin Satgas Madago Raya. Baca juga: Polri Tegaskan Operasi Penangkapan Ali Kalora Sesuai SOP

Dikutip dari berbagai sumber, diketahui Irjen Pol Rudy Sufahriadi lahir pada 23 Agustus 1965. Dia adalah seorang perwira tinggi Polri lulusan Akpol 1988 dengan bidang keahlian reserse.

Jenderal bintang dua ini pada 25 Agustus 2021 lalu mengemban amanat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah. Diketahui pada tanggal 10 November 2005 silam saat resmi menjadi Kapolres Poso, Rudy Sufahriadi yang baru dua bulan menjabat hampir menjadi korban penembakan teroris.

Pada tanggal 24 Januari 2006, setelah dirinya selesai menunaikan salat subuh berjamaah di Masjid Raya Poso, Rudy ditembak dari jarak dekat oleh salah satu dari dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor RX King.

Namun, dirinya dalam kondisi sigap dan berhasil menghindari tembakan tersebut. Rudy sendiri tidak sedang dalam pengawalan pada saat itu.

Identitas kedua teroris tersebut baru terungkap bertahun-tahun kemudian. Pelaku yang menembak Rudy adalah Enal Tao, sementara yang membawa motor adalah Yono Sayur. Enal tewas di Aceh pada tahun 2010, sementara Yono tewas ditembak pasukan Operasi Tinombala pada tanggal 10 November 2016.

Rudy Sufahriadi kemudian sempat berpindah-pindah jabatan. Jabatan penting yang pernah ia emban di antaranya yakni:
- Kepala Unit Reserse Brimob Direktorat Serse Polda Metro Jaya (1997)
- Komandan Batalyon A Satuan Brimob Polda Papua (2000)
- Wakil Kepala Satuan Brimob Polda Maluku (2001)
- Wakil Kepala Satuan I Gegana Korps Brimob Polri (2004)
- Kepala Kepolisian Resor Poso (2005)
- Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya (2007)
- Kepala Densus 88 Anti-Teror Polda Metro Jaya (2007)
- Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara (2009)
- Perwira Menengah Densus 88 Anti-Teror Polri (2010)
- Direktur Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (2010)
- Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (2016)
- Kepala Korps Brimob Polri (2018)
- Asisten Operasi Kapolri (2019)
- Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (2019)
- Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri (2020)
- Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (2021)

Sejumlah kasus yang pernah ia tangani sebagian besar berada di wilayah Sulawesi Tengah. Dimulai sejak 2005-2007 mengikuti Operasi Antiteror Bareskrim Poso. Kemudian pada 2016-2018 dalam Operasi Tinombala dan di 2021 terjun dalam Operasi Madago Raya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rudy Sufahriadi bersama Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf meninjau lokasi penangkapan Ali Kalora di di Pegunungan Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah pada Sabtu (18/9/2021).

Dengan gerakan cepat dan cara taktis, Tim Operasi Madago Raya berhasil melumpuhkan kedua kelompok Mujahidin Indonesia timur yang sudah lama dalam pencarian DPO pada Sabtu (18/9/2021) pukul 18.00 WITA dalam kontak tembak antara Team Sogili-2 Satgas Madago Raya dengan kelompok Daftar Pencarian Orang (DPO) teroris Poso.

Dua orang teroris Poso meninggal dunia dalam kejadian tersebut yakni Ali Ahmad alias Ali Kalora dan seorang lainnya bernama Jaka Ramadhan alias Ikrima alias Rama.

Kedua teroris ini sempat terpisah dengan empat rekan lainnya yang masih dalam DPO yakni Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Muklas, Suhardin alias Hasan Pranata, dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang. Baca juga: 5 Fakta yang Perlu Diketahui Setelah Ali Kalora Tewas Ditembak

Keempat DPO Teroris Poso tersebut ke depannya akan semakin terjepit karena Tim Operasi Madago Raya sudah mengepung tiga gunung di tiga kabupaten yang ada di Sulawesi Tengah.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekstremisme Kekerasan...
Ekstremisme Kekerasan di Asia Tenggara
29 Korban Terorisme...
29 Korban Terorisme di Sulteng Terima Kompensasi Rp3,9 Miliar dari LPSK
Terungkap! Ini Pertanyaan...
Terungkap! Ini Pertanyaan Jebakan Kelompok Teroris untuk Jaring Anak-anak
Densus 88: Kelompok...
Densus 88: Kelompok Teror Rekrut Anak-anak Pakai Medsos dan Game Online
Densus 88 Antiteror...
Densus 88 Antiteror Tangkap 5 Orang Perekrut Anak Masuk Jaringan Terorisme
Komunitas Muslim Berutang...
Komunitas Muslim Berutang Budi Kepada Zohran Mamdani
Iran Balas Dendam, Tetapkan...
Iran Balas Dendam, Tetapkan Tentara Seluruh Uni Eropa sebagai Kelompok Teroris
Trump Tetapkan Ikhwanul...
Trump Tetapkan Ikhwanul Muslimin di Mesir, Lebanon, dan Yordania sebagai Kelompok Teroris
AS Akan Tetapkan Ikhwanul...
AS Akan Tetapkan Ikhwanul Muslimin sebagai Organisasi Teroris
Rekomendasi
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Prancis Favorit, Mbappe...
Prancis Favorit, Mbappe Bidik Rekor Baru saat Hadapi Irak
Berita Terkini
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved