Soal Wacana PT 7%, Demokrat: Sangat Mungkin 2 Partai Islam Hilang
Senin, 01 Juni 2020 - 07:16 WIB
loading...
Wacana menerapkan ambang masuk parlemen atau parliamentary threshold (PT) 7% pada Pemilu 2024 mulai mengemuka. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wacana menerapkan ambang masuk parlemen atau parliamentary threshold (PT) 7% pada Pemilu 2024 mulai mengemuka.
Wacana PT 7% mencuat beberapa waktu lalu. Wacana itu muncul dari Partai Nasdem dan Partai Golkar, Golkar berargumen PT sebesar itu untuk memperkuat konsolidasi demokrasi di DPR, bukan untuk menyingkirkan partai papan tengah. (Baca juga: Nasdem Usul Parliamentary Threshold 7%, Golkar Siap Dukung)
Sekadar informasi, Pemilu 2019 mematok PT 4%. Dari hasil pemilu tersebut, sembilan partai memenuhi syarat masuk parlemen, yakni PDIP, Gerindra, Golkar, Partai Demokrat, Partai Nasdem, PKB, PKS, PAN, PPP. Sementara Hanura diharus tersingkir karena suaranya tidak memenuhi syarat tersebut.
Menanggapi wacana penerapan PT 7%, Partai Demokrat menyatakan tidak masalah. Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Andi Arif mengungkapkan, wacana itu bukan sesuatu yang mengkhawatirkan bagi partainya. Apalagi sejak Pemilu 2004 hingga 2019, suara Demokrat berkisar 7%-20%.
Andi menilai penerapan PT sebesar itu justru akan memengaruhi eksistensi partai berbasis Islam di parlemen nantinya.
Wacana PT 7% mencuat beberapa waktu lalu. Wacana itu muncul dari Partai Nasdem dan Partai Golkar, Golkar berargumen PT sebesar itu untuk memperkuat konsolidasi demokrasi di DPR, bukan untuk menyingkirkan partai papan tengah. (Baca juga: Nasdem Usul Parliamentary Threshold 7%, Golkar Siap Dukung)
Sekadar informasi, Pemilu 2019 mematok PT 4%. Dari hasil pemilu tersebut, sembilan partai memenuhi syarat masuk parlemen, yakni PDIP, Gerindra, Golkar, Partai Demokrat, Partai Nasdem, PKB, PKS, PAN, PPP. Sementara Hanura diharus tersingkir karena suaranya tidak memenuhi syarat tersebut.
Menanggapi wacana penerapan PT 7%, Partai Demokrat menyatakan tidak masalah. Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Andi Arif mengungkapkan, wacana itu bukan sesuatu yang mengkhawatirkan bagi partainya. Apalagi sejak Pemilu 2004 hingga 2019, suara Demokrat berkisar 7%-20%.
Andi menilai penerapan PT sebesar itu justru akan memengaruhi eksistensi partai berbasis Islam di parlemen nantinya.
Lihat Juga :