Biaya Perawatan Ditanggung Negara, Masyarakat Harus Patuhi Protokol Kesehatan
Minggu, 31 Mei 2020 - 18:37 WIB
loading...
A
A
A
Dalam perhitungan dari SK tersebut, satu pasien yang tidak ada komplikasi penyakti lain, dirawat selama (minimal) 14 hari sebesar Rp105 Juta (biaya terendah). Sedangkan biaya untuk pasien yang memilik komplikasi penyakit lain sebesar Rp231 Juta.
Dengan kondisi yang demikian, Anto meminta agar semua pihak harus menghargai dan mengapresiasi keputusan pemerintah untuk menanggung biaya besar ini demi keselamatan jiwa masyarakat.
"Belum lagi untuk yang sehat, pemerintah juga memberikan Bantuan Langsung Tunai, potongan tarif PLN, BBM, dan berbagai program bantuan lainnya. Gemas dan kesal rasanya kalau masih ada sebagian masyarakat yang lalai dan mengabaikan peraturan pemerintah di masa PSBB ini. Bahkan berkerumun yang tidak jelas", ucap Anto dengan nada kesal.
"Singkatnya begini: sudah lalai, mengabaikan peraturan, dan kalau sakit, maka membebani keuangan negara. Itu juga kalau bisa diselamatkan? eh maaf, kalau tidak yah inalilahi. Dan jangan salah, biaya pemakamannya pun masih membebani negara sebesar Rp3,5 Juta lagi. Hadeuh biyung, nggak hidup, gak mati, jadi orang kok terus nyusahin. Tinggal patuh saja, kok susah bener," imbuhnya.
Dengan kondisi yang demikian, Anto meminta agar semua pihak harus menghargai dan mengapresiasi keputusan pemerintah untuk menanggung biaya besar ini demi keselamatan jiwa masyarakat.
"Belum lagi untuk yang sehat, pemerintah juga memberikan Bantuan Langsung Tunai, potongan tarif PLN, BBM, dan berbagai program bantuan lainnya. Gemas dan kesal rasanya kalau masih ada sebagian masyarakat yang lalai dan mengabaikan peraturan pemerintah di masa PSBB ini. Bahkan berkerumun yang tidak jelas", ucap Anto dengan nada kesal.
"Singkatnya begini: sudah lalai, mengabaikan peraturan, dan kalau sakit, maka membebani keuangan negara. Itu juga kalau bisa diselamatkan? eh maaf, kalau tidak yah inalilahi. Dan jangan salah, biaya pemakamannya pun masih membebani negara sebesar Rp3,5 Juta lagi. Hadeuh biyung, nggak hidup, gak mati, jadi orang kok terus nyusahin. Tinggal patuh saja, kok susah bener," imbuhnya.
(maf)
Lihat Juga :