Letjen TNI Rais Abin, Panglima Perdamaian yang Berhasil Pertemukan Pemimpin Mesir-Israel

Rabu, 15 September 2021 - 05:40 WIB
loading...
A A A
Dalam karier militernya, Rais Abin bergabung dengan Pemuda Sosialis Indonesia. Ia berangkat ke Jogjakarta pada September 1945 setelah direkomendasikan oleh seorang pekerja kereta api bersenjata.

Setelah itu, ia lulus dengan pangkat sersan kader pada tahun 1946 dan diangkat sebagai intel untuk operasi penyelundupan senjata melalui blokade Belanda dan dikirim ke Tegal. Rais kemudian dikirim ke Palembang untuk menemui Adnan Kapau Gani, Gubernur Militer Sumatera Selatan yang menyiapkan logistik untuk operasi intelijennya.

Tak lama kemudian, Rais dipromosikan menjadi letnan dua dan dia dikirim ke Singapura untuk menyelundupkan senjata. Rais ditempatkan di divisi 1, dengan Jenderal Sudirman sebagai komandannya.

Ia juga belajar di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia pada tahun 1952, meskipun ia kemudian keluar dua tahun kemudian untuk mengejar karier militer. Ia kemudian kuliah di Sekolah Staf Umum dan Komando Angkatan Darat Indonesia selama dua tahun hingga ia lulus pada tahun 1956 dengan pangkat mayor.

Ia kemudian ditempatkan di Kodam Nusa Tenggara sebagai Wakil Kepala Staf dari tahun 1956 sampai 1958. Ia dipindahkan ke Sulawesi Selatan pada tahun 1961 dengan pangkat Letnan Kolonel dan menjadi Kepala Staf Harian Panglima Perang Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Rais kemudian ditempatkan di Bandung dengan pangkat kolonel. Selama ini menjabat beberapa posisi, seperti instruktur di Pusat Infanteri di Bandung dan sebagai asisten manajemen dan kontrol dari tahun 1965 dan 1969.

Pada tahun 1973, Rais dipromosikan menjadi Brigadir Jenderal dan menjadi Wakil Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, BJ Habibie Ucapkan Sumpah Jabatan Presiden di Istana Merdeka
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, Soeharto Berhenti dari Jabatan Presiden
Momen Mengharukan Prabowo...
Momen Mengharukan Prabowo Peluk dan Cium Putra Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Budayawan Denny JA Publikasikan...
Budayawan Denny JA Publikasikan 8 Buku Puisi Esai tentang Luka Sejarah
Museum ITB Diresmikan,...
Museum ITB Diresmikan, Ruang Baru Membaca Masa Lalu dan Merajut Masa Depan
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Rekomendasi
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Baper dan Penuh Twist!...
Baper dan Penuh Twist! Bring Back My Heart Jadi Microdrama yang Wajib Ditonton di V+Short
Berita Terkini
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Pengacara Jokowi Yakin Sidang Tetap Lanjut
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved