Petualangan Politik Haji Lulung: Dari PPP Meloncat ke PAN kembali ke Partai Kakbah
Rabu, 08 September 2021 - 21:35 WIB
loading...
A
A
A
Namun, lagi-lagi pemecatan diterima oleh Haji Lulung. Kali ini, Haji Lulung dipecat Djan Faridz karena tidak mau mendukung Ahok di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. Saat itu, PPP Djan Faridz mendukung Ahok, sedangkan Haji Lulung memilih mendukung Pasangan Anies Baswedan – Sandiaga Uno .
Baca: Haji Lulung Mundur dari PAN dan Balik ke PPP, Bagaimana Efeknya?
Pada Pemilu Legislatif 2019, baju partai politik Haji Lulung berganti. Dia menjadi calon anggota legislatif dari PAN. Anak seorang tentara BKR berpangkat Peltu itu pun lolos ke Senayan. Haji Lulung meraih 69.782 suara dari daerah pemilihan DKI Jakarta III yang meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu. Di DPR RI , PAN menempatkannya di Komisi VII DPR yang membidangi energi, riset, dan teknologi. Kini, Haji Lulung kembali ke partai berlambang kakbah.
“Sejak 6 September 2021 kemarin saya kembali lagi ke Partai Persatuan Pembangunan. Tapi sejak 1 September saya membuat surat menyatakan berhenti kepada Partai Amanat Nasional,” kata Haji Lulung kepada SINDOnews melalui sambungan telepon, Rabu (8/9/2021) malam.
Haji Lulung mengaku memiliki hubungan sangat baik dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan , dan Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno . Dia juga mengaku memiliki hubungan baik juga dengan Ketua DPW PAN DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio .
Dia kemudian menceritakan awal bergabung ke PAN. Saat Pilkada 2017, Haji Lulung tidak mendukung pasangan gubernur dan wakil gubernur pilihan Djan Faridz, yaitu Ahok-Djarot. “Bahkan saya mendeklarasikan Saudara Anies, nah itu saya dipecat. Ketika saya dipecat (PPP Djan Faridz, red), banyak partai itu yang kepengen saya bergabung,” kata Haji Lulung.
Beberapa diantaranya, Partai NasDem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan PAN yang mengajak Haji Lulung bergabung. “Cuma waktu itu saya belum mau pindah. Alasannya saya mau istiqomah. Namun, 2019 ada Pileg kan. Di Pileg itu saya tidak dicalegin Partai Persatuan Pembangunan,” imbuhnya.
Baca: Haji Lulung Mundur dari PAN dan Balik ke PPP, Bagaimana Efeknya?
Pada Pemilu Legislatif 2019, baju partai politik Haji Lulung berganti. Dia menjadi calon anggota legislatif dari PAN. Anak seorang tentara BKR berpangkat Peltu itu pun lolos ke Senayan. Haji Lulung meraih 69.782 suara dari daerah pemilihan DKI Jakarta III yang meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu. Di DPR RI , PAN menempatkannya di Komisi VII DPR yang membidangi energi, riset, dan teknologi. Kini, Haji Lulung kembali ke partai berlambang kakbah.
“Sejak 6 September 2021 kemarin saya kembali lagi ke Partai Persatuan Pembangunan. Tapi sejak 1 September saya membuat surat menyatakan berhenti kepada Partai Amanat Nasional,” kata Haji Lulung kepada SINDOnews melalui sambungan telepon, Rabu (8/9/2021) malam.
Haji Lulung mengaku memiliki hubungan sangat baik dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan , dan Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno . Dia juga mengaku memiliki hubungan baik juga dengan Ketua DPW PAN DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio .
Dia kemudian menceritakan awal bergabung ke PAN. Saat Pilkada 2017, Haji Lulung tidak mendukung pasangan gubernur dan wakil gubernur pilihan Djan Faridz, yaitu Ahok-Djarot. “Bahkan saya mendeklarasikan Saudara Anies, nah itu saya dipecat. Ketika saya dipecat (PPP Djan Faridz, red), banyak partai itu yang kepengen saya bergabung,” kata Haji Lulung.
Beberapa diantaranya, Partai NasDem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan PAN yang mengajak Haji Lulung bergabung. “Cuma waktu itu saya belum mau pindah. Alasannya saya mau istiqomah. Namun, 2019 ada Pileg kan. Di Pileg itu saya tidak dicalegin Partai Persatuan Pembangunan,” imbuhnya.
Lihat Juga :